Macan Tutul Salju Terlihat di Gunung Everest
Minggu, 24 Januari 2016 6:13 WIB
Lhasa (ANTARA Lampung/Xinhua-OANA) - Macan tutul salju liar tertangkap kamera di satu kabupaten Tibet di permukaan utara Gunung Qomolangma, nama Gunung Everest dalam Bahasa Tibet, sehingga menunjukkan spesies yang terancam punah itu juga hidup di gunung tersebut.
Lhapa Tsering, pejabat di Biro Administrasi Suaka Alam Qomolangma, mengatakan Pusat Pelestarian Macan Tutul Salju Gunung Qomolangma dan Lembaga Suaka Alam Beijing Forestry University menyelidiki populasi macan tutul salju liar di Kabupaten Dingri dan Gyirong di permukaan utara gunung tersebut dari Oktober sampai November 2015, kata beberapa peneliti pada Jumat (22/1).
Mereka mendapat gambar jelas mengenai macan tutul salju dari tujuh kamera yang dilengkapi sinar infra merah yang telah mereka pasang di Kabupaten Dingri tahun lalu pada ketinggian 4.000 meter, kata Lhapa Tsering.
Ia menambahkan sejauh ini jumlah hewan yang terekam belum dihitung.
Sebanyak 120 kamera yang dilengkapi dengan sinar infra merah ditempatkan di hutan selama survei tahun lalu, kata Xinhua, Sabtu siang. Sisa 113 kamera direncanakan dicabut paling lambat akhir Januari, katanya.
Gao Yufang, Direktur Pelaksana Pusat Pelestarian Macan Tutul Salju Gunung Qomolangma, mengatakan para ilmuwa akan meneliti populasi macan tutul salju, habitat dan mangsa mereka setelah mencabut semua kamera untuk merancang rencana perlindungan yang lebih khusus buat hewan tersebut.
Macan tutul salju, salah satu hewan yang dilindungi Klas A di Tiongkok, biasanya ditemukan di Pegunungan Himalaya di Asia Selatan dan Tengah dengan ketinggian antara 3.000 dan 5.500 meter.
Hewan yang telah jarang terlihat di alam liar itu selama lebih dari satu abad akibat hilangnya habitat mereka dan perburuan gelap. Sebanyak 3.500 sampai 7.000 macan tutul salju hidup di alam liar di seluruh dunia, dan sebanyak 2.500 sampai 3.500 hidup di Tiongkok.
Gunung Qomolangma, yang memiliki tinggi 8.844 meter di atas permukaan laut dan berada di perbatasan Tiongkok dengan Nepal, adalah gunung tertinggi di dunia.
Lhapa Tsering, pejabat di Biro Administrasi Suaka Alam Qomolangma, mengatakan Pusat Pelestarian Macan Tutul Salju Gunung Qomolangma dan Lembaga Suaka Alam Beijing Forestry University menyelidiki populasi macan tutul salju liar di Kabupaten Dingri dan Gyirong di permukaan utara gunung tersebut dari Oktober sampai November 2015, kata beberapa peneliti pada Jumat (22/1).
Mereka mendapat gambar jelas mengenai macan tutul salju dari tujuh kamera yang dilengkapi sinar infra merah yang telah mereka pasang di Kabupaten Dingri tahun lalu pada ketinggian 4.000 meter, kata Lhapa Tsering.
Ia menambahkan sejauh ini jumlah hewan yang terekam belum dihitung.
Sebanyak 120 kamera yang dilengkapi dengan sinar infra merah ditempatkan di hutan selama survei tahun lalu, kata Xinhua, Sabtu siang. Sisa 113 kamera direncanakan dicabut paling lambat akhir Januari, katanya.
Gao Yufang, Direktur Pelaksana Pusat Pelestarian Macan Tutul Salju Gunung Qomolangma, mengatakan para ilmuwa akan meneliti populasi macan tutul salju, habitat dan mangsa mereka setelah mencabut semua kamera untuk merancang rencana perlindungan yang lebih khusus buat hewan tersebut.
Macan tutul salju, salah satu hewan yang dilindungi Klas A di Tiongkok, biasanya ditemukan di Pegunungan Himalaya di Asia Selatan dan Tengah dengan ketinggian antara 3.000 dan 5.500 meter.
Hewan yang telah jarang terlihat di alam liar itu selama lebih dari satu abad akibat hilangnya habitat mereka dan perburuan gelap. Sebanyak 3.500 sampai 7.000 macan tutul salju hidup di alam liar di seluruh dunia, dan sebanyak 2.500 sampai 3.500 hidup di Tiongkok.
Gunung Qomolangma, yang memiliki tinggi 8.844 meter di atas permukaan laut dan berada di perbatasan Tiongkok dengan Nepal, adalah gunung tertinggi di dunia.
Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Macan tutul lepas dari kandang Lembang Park and Zoo ke hutan Gunung Tangkuban Parahu
03 September 2025 13:48 WIB
Ikan jenis hiu tutul seberat 2 ton masuk ke jaring nelayan payang di perairan sukaraja
24 November 2021 11:54 WIB, 2021
Bangkai hiu tutul ditemukan terdampar di pantai Cianjur, dagingnya dikonsumsi warga
26 September 2021 19:06 WIB, 2021
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025