Kapolda: Pelaksanaan Rekapitulasi Suara Lampung Kondusif
Minggu, 20 Juli 2014 6:05 WIB
Anggota Polisi jajaran Polda Lampung siap melaksanakan tugas rutin. (Foto ANTARA dok/M.Tohamaksun)
Bandarlampung, (Antara Lampung) - Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen Heru Winarko menyatakan bahwa pelaksanaan pleno rekapitulasi suara hasil Pemilu Presiden 2014 yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Provinsi Lampung berlangsung kondusif.
" Secara keseluruhan rapat pleno dan pelaksanaan perhitungan suara hasil Pilpres 2014 pada masing-masing KPU kabupaten dan kota serta Provinsi Lampung berjalan lancar, aman sesuai harapan kita bersama,"ujarnya usai rapat pleno rekapitulasi suara pilpres daerah Lampung, di Hotel Bukit Randu Bandarlampung, Sabtu (19/7) malam.
Menurutnya, gejolak usai Pilpres 2014 hingga penetapan pemenang yang dijadwalkan diumumkan KPU Pusat pada 22 Juli 2014 yang akan datang, diyakini tidak akan muncul gejolak berarti di Provinsi Lampung.
Meskipun Lampung, menurut dia, sebelumnya telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 provinsi yang masuk zona merah rawan konflik pada pemilu saat ini.
"Saya yakin di Lampung akan aman-aman saja, masyarakat sudah cerdas dalam menghadapi situasi semacam ini, sehingga masih dalam kategori aman dan kondusif," ujarnya pula.
Ia mencontohkan peristiwa pemungutan suara ulang (PSU) yang diselenggarakan di satu TPS di Bandarlampung cukup aman terkendali, sehingga diharapkan dapat berlanjut hingga penetapan mendatang.
"Insya Allah tidak akan terjadi gejolak, karena memang dari tingkat TPS sudah benar-benar kita kelola dengan baik dan clear yang diawasi oleh Bawaslu yang bekerjasama dengan kita," katanya lagi.
Jadi, ia melanjutkan, bila ada yang melakukan kecurangan seperti yang terjadi di TPS Pinang Jaya Kemiling Bandarlampung kemarin, tidak segan-segan akan dilakukan pemungutan suara ulang.
Heru juga mengharapkan, hasil dari pleno tersebut hendaknya benar-benar jujur dan adil, sehingga hasilnya bisa diterima oleh seluruh masyarakat.
"Jangan mudah terpancing oleh provokasi-provokasi yang akan merugikan masyarakat itu sendiri," kata dia.
Ia meyakini masyarakat Lampung telah dewasa menghadapi demokrasi, sehingga diharapkan ke depan tetap kondusif.
"Saya sangat berharap situasi seusai penetapan hasil Pilpres 22 Juli mendatang tetap kondusif dan aman, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat," ujar Kapolda Lampung itu lagi.
Sebelumnya ramai beredar informasi di media sosial terkait adanya gerakan-gerakan yang ditengarai hendak melakukan kerusuhan pada penetapan hasil Pilpres 22 Juli nanti.
Namun pihak keamanan baik Polri maupun TNI menegaskan, siap mengamankan penetapan perolehan suara hasil Pilpres 2014 itu.
" Secara keseluruhan rapat pleno dan pelaksanaan perhitungan suara hasil Pilpres 2014 pada masing-masing KPU kabupaten dan kota serta Provinsi Lampung berjalan lancar, aman sesuai harapan kita bersama,"ujarnya usai rapat pleno rekapitulasi suara pilpres daerah Lampung, di Hotel Bukit Randu Bandarlampung, Sabtu (19/7) malam.
Menurutnya, gejolak usai Pilpres 2014 hingga penetapan pemenang yang dijadwalkan diumumkan KPU Pusat pada 22 Juli 2014 yang akan datang, diyakini tidak akan muncul gejolak berarti di Provinsi Lampung.
Meskipun Lampung, menurut dia, sebelumnya telah ditetapkan sebagai salah satu dari 10 provinsi yang masuk zona merah rawan konflik pada pemilu saat ini.
"Saya yakin di Lampung akan aman-aman saja, masyarakat sudah cerdas dalam menghadapi situasi semacam ini, sehingga masih dalam kategori aman dan kondusif," ujarnya pula.
Ia mencontohkan peristiwa pemungutan suara ulang (PSU) yang diselenggarakan di satu TPS di Bandarlampung cukup aman terkendali, sehingga diharapkan dapat berlanjut hingga penetapan mendatang.
"Insya Allah tidak akan terjadi gejolak, karena memang dari tingkat TPS sudah benar-benar kita kelola dengan baik dan clear yang diawasi oleh Bawaslu yang bekerjasama dengan kita," katanya lagi.
Jadi, ia melanjutkan, bila ada yang melakukan kecurangan seperti yang terjadi di TPS Pinang Jaya Kemiling Bandarlampung kemarin, tidak segan-segan akan dilakukan pemungutan suara ulang.
Heru juga mengharapkan, hasil dari pleno tersebut hendaknya benar-benar jujur dan adil, sehingga hasilnya bisa diterima oleh seluruh masyarakat.
"Jangan mudah terpancing oleh provokasi-provokasi yang akan merugikan masyarakat itu sendiri," kata dia.
Ia meyakini masyarakat Lampung telah dewasa menghadapi demokrasi, sehingga diharapkan ke depan tetap kondusif.
"Saya sangat berharap situasi seusai penetapan hasil Pilpres 22 Juli mendatang tetap kondusif dan aman, sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat," ujar Kapolda Lampung itu lagi.
Sebelumnya ramai beredar informasi di media sosial terkait adanya gerakan-gerakan yang ditengarai hendak melakukan kerusuhan pada penetapan hasil Pilpres 22 Juli nanti.
Namun pihak keamanan baik Polri maupun TNI menegaskan, siap mengamankan penetapan perolehan suara hasil Pilpres 2014 itu.
Pewarta : Roy Baskara Pratama
Editor : Agus Wira Sukarta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Petugas pengamanan Rutan Bandarlampung perketat pengamanan jelang Idul Fitri
18 March 2026 10:26 WIB
Polres Lampung Selatan terjunkan tim anti begal untuk pengamanan jalur mudik
12 March 2026 19:49 WIB
Ditjenpas Lampung perkuat pengamanan lapas-rutan selama Ramadhan dan Idul Fitri
12 March 2026 9:31 WIB
Terpopuler - Politik
Lihat Juga
Wapres Gibran dukung pengembangan faskes di RSUD dr A Dadi Tjokrodipo Bandarlampung
08 May 2026 18:11 WIB
Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono meninggal dunia pada usia 84 tahun
28 March 2026 17:36 WIB
ANTARA minta maaf terkait kesalahan berita "pemerintah setop penerbangan luar negeri"
18 March 2026 4:42 WIB
Mendagri instruksikan kepala daerah siaga di wilayah masing-masing selama Lebaran
09 March 2026 9:20 WIB