Rupiah Menguat 315 Poin
Kamis, 24 Oktober 2013 12:53 WIB
Uang Rupiah baru. (ANTARA FOTO Dok/Zabur Karuru).
Jakarta (Antara) - Mata uang rupiah pada Kamis pagi kembali menguat sebesar 315 poin menyusul tren pelemahan dolar AS terhadap mayoritas nilai tukar dunia.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menguat sebesar 315 menjadi Rp10.845 dibanding posisi sebelumnya (23/10) Rp11.160 per dolar AS.
"Tren dolar AS kembali melemah seiring dengan perlambatan perekonomian AS," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.
Reza Priyambada menambahkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih positif seiring dengan China menambah sentimen penguatan bagi rupiah. Artinya, dengan adanya perbaikan tersebut maka defisit neraca perdagangan Indonesia akan berkurang.
"Ekonomi China yang tumbuh akan membantu memperbaiki neraca perdagangan. Ditambah dengan ekonomi Jepang yang juga mulai pulih," kata dia.
Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menambahkan dolar AS akan terus mengalami pelemahan lantaran isu pengurangan stimulus the Fed cenderung memudar.
"Merosotnya dolar AS terjadi setelah beberapa indikator ekonomi pemerintah AS masih negatif. AS hanya mampu menyerap 148.000 tenaga kerja di September dibanding bulan sebelumnya sebanyak 193.000. Sehingga kondisi itu memicu harapan bahwa the Fed bakal terus mempertahankan program stimulusnya," kata Ariston Tjendra.
Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menguat sebesar 315 menjadi Rp10.845 dibanding posisi sebelumnya (23/10) Rp11.160 per dolar AS.
"Tren dolar AS kembali melemah seiring dengan perlambatan perekonomian AS," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Kamis.
Reza Priyambada menambahkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih positif seiring dengan China menambah sentimen penguatan bagi rupiah. Artinya, dengan adanya perbaikan tersebut maka defisit neraca perdagangan Indonesia akan berkurang.
"Ekonomi China yang tumbuh akan membantu memperbaiki neraca perdagangan. Ditambah dengan ekonomi Jepang yang juga mulai pulih," kata dia.
Sementara itu, Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra menambahkan dolar AS akan terus mengalami pelemahan lantaran isu pengurangan stimulus the Fed cenderung memudar.
"Merosotnya dolar AS terjadi setelah beberapa indikator ekonomi pemerintah AS masih negatif. AS hanya mampu menyerap 148.000 tenaga kerja di September dibanding bulan sebelumnya sebanyak 193.000. Sehingga kondisi itu memicu harapan bahwa the Fed bakal terus mempertahankan program stimulusnya," kata Ariston Tjendra.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : M. Tohamaksun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kejaksaan Tinggi Lampung selamatkan uang negara Rp1,14 triliun pada semester I 2026
05 August 2026 18:00 WIB
Kejati Lampung eksekusi uang pengganti Rp7,8 miliar kasus Tipikor Tol Terpeka
16 April 2026 15:52 WIB
Pemkot Bandarlampung salurkan bantuan beras dan uang kepada warga terdampak banjir
15 April 2026 18:41 WIB
Petugas Tol Bakter temukan tas berisi uang pemudik yang tertinggal di "rest area"
16 March 2026 19:29 WIB