Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Penyanyi reggae Indonesia, Tony Q Rastafara, hadir di Bandarlampung, Selasa (18/6), untuk mengkampanyekan kepedulian pada kelestarian lingkungan hidup kepada warga daerah ini.

Penyanyi berambut gimbal yang nama aslinya Tony Waluyo Sukmoasih itu, diajak oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) selaku duta (ambassador) Walhi.

Menurut Tony, sejak lima tahun terakhir dirinya berkomitmen mendukung perjuangan kepedulian pada kelestarian lingkungan hidup yang disuarakan Walhi bersama pada aktivis lingkungan lainnya.

"Tapi saya berusaha untuk mulai mencintai dan peduli pada kelestarian lingkungan itu dari diri sendiri," ujar dia, saat bertandang ke sekretariat Walhi Lampung di Bandarlampung.

Ia menegaskan bahwa kecintaan pada lingkungan hidup harus dimulai dari diri sendiri, baru kemudian dapat ditularkan kepada orang lain.

Kecintaan dan kepedulian pada lingkungan hidup itu, ujar dia, juga tidak perlu terlalu banyak digembar-gemborkan, tapi cukup dibuktikan melalui perilaku sehari-hari, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon di sekitar lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Dia juga mengaku berusaha memasukkan unsur imbauan, ajakan dan keprihatinan atas kondisi alam dan lingkungan yang mengalami kerusakan melalui sejumlah lagu yang diciptakan dan dinyanyikannya, sehingga dapat mendorong para pihak semakin sadar pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup sekitarnya.

Selama bertandang di Bandarlampung, Tony Q sempat didaulat Direktur Walhi Lampung Bejoe Dewangga dan Deputi Direkturnya, Supriyanto untuk mencoba penggunaan peralatan pembuatan lubang biopori di lahan depan sekretariat Walhi Lampung.

Bersama rombongan dari Jakarta, Tony Q juga melakukan penanaman bibit pohon bakau di kawasan Kotakarang Telukbetung Barat di Bandarlampung.

Menurut dia, keberadaan hutan bakau (mangrove) seharusnya dapat terpelihara dan selalu terjaga, untuk melindungi wilayah pantai dan permukiman warga di sekitarnya dari hantaman ombak dan air laut secara langsung.

"Sebenarnya manfaat keberadaan hutan bakau itu sudah jelas dan dapat dirasakan, jadi warga pesisir semestinya menjaganya dengan baik," ujar dia lagi.

Pada Selasa (19/6) malam, Tony Q Rastafara bersama anggota grup band yang diajaknya dari Jakarta, tampil pada panggung hiburan utama Lampung Fair 2013 di PKOR Wayhalim Bandarlampung yang bertemakan "Go Green Culture". Sejumlah lagu andalannya khususnya yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan kondisi alam sekitar dilantunkannya dalam irama reggae yang khas.

Direktur Walhi Lampung Bejoe Dewangga didampingi Deputi Direktur Supriyanto menegaskan bahwa kehadiran Tony Q Rastafara itu diharapkan dapat semakin mendorong kalangan generasi muda khususnya dan warga Lampung umumnya untuk dapat aktif melakukan upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.

"Lampung saat ini terasa semakin gersang, perlu upaya bersama-sama untuk menghijaukan dan membuat Lampung menjadi sejuk kembali," ujar Bejoe pula.


Pewarta :
Editor : Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2024