BNPB: Waspadai Longsor !
Senin, 13 Mei 2013 13:28 WIB
Jakarta (ANTARA LAMPUNG) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga terutama yang tinggal di daerah rawan longsor untuk mewaspadai bencana alam tersebut.
"Perubahan watak hujan, meningkatnya degradasi lingkungan dan tingginya kerentanan masyarakat menyebabkan risiko bencana longsor makin tinggi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (13/5).
Ia mencontohkan seperti longsor yang terjadi di Kabupaten Majalengka akibat hujan deras pada Senin (13/5) pukul 09.20 WIB.
Longsor terjadi di Blok Gorolong, Desa Sindangpala, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Longsor menimbun sawah seluas tiga hektar dan menimpa dua orang yang sedang bekerja di sawah.
Sutopo menjelaskan beberapa tips sederhana menghadapi longsor yaitu dengan mengenal ciri daerah rawan longsor.
Daerah yang rawan longsor berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat dan memiliki lapisan tanah tebal di atas lereng.
Biasanya sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik dan lereng terbuka atau gundul. Selain itu juga terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing.
Daerah rawan longsor juga memiliki banyak mata air atau rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil serta adanya aliran sungai di dasar lereng.
Pembebanan berlebihan pada lereng karena adanya bangunan dan pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan.
Sedangkan upaya untuk mengurangi tanah longsor dengan menutup retakan pada atas tebing. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
Waspada terhadap mata air atau rembesan air pada lereng dan pada saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama.
"Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pada saat dan setelah longsor. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor," kata Sutopo.
Selanjutnya, segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati. Serta segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.
"Perubahan watak hujan, meningkatnya degradasi lingkungan dan tingginya kerentanan masyarakat menyebabkan risiko bencana longsor makin tinggi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin (13/5).
Ia mencontohkan seperti longsor yang terjadi di Kabupaten Majalengka akibat hujan deras pada Senin (13/5) pukul 09.20 WIB.
Longsor terjadi di Blok Gorolong, Desa Sindangpala, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Longsor menimbun sawah seluas tiga hektar dan menimpa dua orang yang sedang bekerja di sawah.
Sutopo menjelaskan beberapa tips sederhana menghadapi longsor yaitu dengan mengenal ciri daerah rawan longsor.
Daerah yang rawan longsor berbukit dengan kelerengan lebih dari 20 derajat dan memiliki lapisan tanah tebal di atas lereng.
Biasanya sistem tata air dan tata guna lahan yang kurang baik dan lereng terbuka atau gundul. Selain itu juga terdapat retakan tapal kuda pada bagian atas tebing.
Daerah rawan longsor juga memiliki banyak mata air atau rembesan air pada tebing disertai longsoran-longsoran kecil serta adanya aliran sungai di dasar lereng.
Pembebanan berlebihan pada lereng karena adanya bangunan dan pemotongan tebing untuk pembangunan rumah atau jalan.
Sedangkan upaya untuk mengurangi tanah longsor dengan menutup retakan pada atas tebing. Menanami lereng dengan tanaman serta memperbaiki tata air dan guna lahan.
Waspada terhadap mata air atau rembesan air pada lereng dan pada saat curah hujan yang tinggi pada waktu yang lama.
"Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pada saat dan setelah longsor. Karena longsor terjadi pada saat yang mendadak, evakuasi penduduk segera setelah diketahui tanda-tanda tebing akan longsor," kata Sutopo.
Selanjutnya, segera hubungi pihak terkait dan lakukan pemindahan korban dengan hati-hati. Serta segera lakukan pemindahan penduduk ke tempat yang aman.
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Brigif 4 Marinir: Latma PLATEX 2026 TNI AL-USMC perkuat diplomasi militer dua negara
28 August 2026 20:29 WIB
Terpopuler - Warta Bumi
Lihat Juga
BMKG prakirakan kota-kota besar di Indonesia, termasuk Lampung diguyur hujan
26 January 2025 7:40 WIB, 2025
DMC Dompet Dhuafa membuka pos bagi penyintas erupsi Gunung Ibu Halmahera
24 January 2025 10:21 WIB, 2025
BMKG prakirakan hujan guyur mayoritas wilayah Indonesia, termasuk Bandarlampung
22 January 2025 5:35 WIB, 2025
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca untuk kurangi banjir di Bandarlampung
20 January 2025 12:11 WIB, 2025
Jihan Nurlela sebut perlu revitalisasi mangrove untuk maksimalkan ekowisata
12 January 2025 5:06 WIB, 2025