Sedapnya 'Gulai Semah' Kuliner Kerinci
Sabtu, 16 Juli 2011 15:58 WIB
Gulai Semah
Jambi (ANTARA LAMPUNG) - Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kerinci, Jambi mengungkapkan, setiap wisatawan yang datang ke Kerinci selalu mencari "gulai ikan semah" dan nasi dari beras Payo, masakan khas daerah itu yang terkenal lezatnya.
"Ikan semah dan beras Payo identik dengan Kerinci dan jadi ikon daerah wisata ini, buktinya setiap wisatawan yang datang dipastikan mencari kedua kuliner tersebut," kata Sekretaris Dinas Budparpora Kabupaten Kerinci, Amri Swarta, di Kerinci, Sabtu.
Sejak dulu, keberadaan ikan semah, ikan sungai air deras serta beras Payo hanya ada di Kerinci. Kedua bahan kuliner pokok tersebut memiliki nilai kelezatan rasa yang diakui orang luar Kerinci sangat tinggi.
Ikan semah di masa lalu dijadikan makanan para priyayi dan para tamu Depati atau pemimpin negeri dari luar, begitu juga dengan beras Payo adalah jenis beras unggul yang hanya tumbuh di Kerinci dan memiliki cita rasa kelezatan luar biasa.
Saat ini ikan semah dan beras Payo dijual dengan harga yang sangat tinggi, yakni mencapai 5-10 kali lipat dari harga komoditas serupa, sementara dalam bentuk kuliner siap saji telah tersedia di hampir semua rumah makan dan restoran di Kerinci, mulai Muaro Imat hingga ke Kota Sungaipenuh sehingga memudahkan wisatawan mendapatkannya.
Harga yang tinggi rupanya tetap saja tak menyurutkan niat para wisatawan untuk mencicipi kedua kuliner yang merupakan kekhasan Kerinci tersebut.
Bahkan, kata Amri, tidak sedikit wisatawan yang memaksa ingin membawa bahan mentah kedua komoditas tersebut sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.
"Kalau beras mungkin tidak masalah, karena sudah dikemas secara moderen di Kerinci, tapi kalau ikan semah tentu harus diupayakan diawetkan dulu, agar tetap bisa dimasak ketika sudah di kampung halaman," ujarnya.
(Ant)
"Ikan semah dan beras Payo identik dengan Kerinci dan jadi ikon daerah wisata ini, buktinya setiap wisatawan yang datang dipastikan mencari kedua kuliner tersebut," kata Sekretaris Dinas Budparpora Kabupaten Kerinci, Amri Swarta, di Kerinci, Sabtu.
Sejak dulu, keberadaan ikan semah, ikan sungai air deras serta beras Payo hanya ada di Kerinci. Kedua bahan kuliner pokok tersebut memiliki nilai kelezatan rasa yang diakui orang luar Kerinci sangat tinggi.
Ikan semah di masa lalu dijadikan makanan para priyayi dan para tamu Depati atau pemimpin negeri dari luar, begitu juga dengan beras Payo adalah jenis beras unggul yang hanya tumbuh di Kerinci dan memiliki cita rasa kelezatan luar biasa.
Saat ini ikan semah dan beras Payo dijual dengan harga yang sangat tinggi, yakni mencapai 5-10 kali lipat dari harga komoditas serupa, sementara dalam bentuk kuliner siap saji telah tersedia di hampir semua rumah makan dan restoran di Kerinci, mulai Muaro Imat hingga ke Kota Sungaipenuh sehingga memudahkan wisatawan mendapatkannya.
Harga yang tinggi rupanya tetap saja tak menyurutkan niat para wisatawan untuk mencicipi kedua kuliner yang merupakan kekhasan Kerinci tersebut.
Bahkan, kata Amri, tidak sedikit wisatawan yang memaksa ingin membawa bahan mentah kedua komoditas tersebut sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang.
"Kalau beras mungkin tidak masalah, karena sudah dikemas secara moderen di Kerinci, tapi kalau ikan semah tentu harus diupayakan diawetkan dulu, agar tetap bisa dimasak ketika sudah di kampung halaman," ujarnya.
(Ant)
Pewarta :
Editor : Agus Setyawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Telkomsel ajak pelanggan di Lampung manfaatkan poin dengan diskon berbagai pilihan kuliner
19 December 2025 20:28 WIB
Pemkab Lampung Selatan beri pelatihan kewirausahaan kuliner bagi warga lokal
16 October 2025 19:41 WIB
BPJS Ketenagakerjaan NTB manfaatkan hari bebas kendaraan dengan edukasi JSK
15 July 2024 16:23 WIB, 2024
Terpopuler - Wisata
Lihat Juga
Terjebak cuaca buruk, ratusan wisatawan sudah dievakuasi ke kapal Pelni dari Karimunjawa
28 December 2022 11:09 WIB, 2022
Lummay Villa and Resort, destinasi wisata berkonsep Eropa berpadu budaya Bali
27 December 2022 18:20 WIB, 2022
Ancol targetkan 430 ribu pengunjung pada libur Natal dan Tahun Baru 2023
25 December 2022 14:05 WIB, 2022
Menparekraf Sandiaga Uno luncurkan Indeks Pembangunan Kepariwisataan Nasional
17 December 2022 10:46 WIB, 2022
Bataan Filipina ingin adopsi cara Bali kembangkan sektor pariwisata
04 December 2022 15:13 WIB, 2022