Adi Sumari dan hutan mangrove di pantai Kuala Penet


Hutan mangrove / bakau di pantai berfungsi sebagai pencegah erosi dan abrasi ombak air laut. Hutan mangrove bagi habitat ikan, udang, kepiting berfungsi sebagai tempat hidup dan mencari makan. 

Satwa  berbagai jenis burung, biawak, monyet pun mencari makan di hutan mangrove.

Keberadaan hutan mangrove di kawasan pantai secara tidak langsung menjadi "paru-paru" dunia  untuk menjamin kesehatan umat manusia.

Manfaat keberadaan hutan mangrove bagi masyarakat nelayan sekitar  bakal mendapat hasil tangkapan ikan lebih banyak karena perairan hutan mangrove sebagai tempat berkumpul ikan.

Sadar begitu besar manfaat hutan mangrove di pantai, Adi Sumari warga Dusun III  Sukaresmi Desa Sukorahayu Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur melakukan kegiatan menanam pohon mangrove secara mandiri di tepi pantai Kula Penet desanya bekerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Provinsi Lampung.

Lokasi tepatnya di pantai Kuala Penet Desa Sukorahayu Kecamatan Labuhan Maringgai Lampung Timur.

Semua bibit pohon mangrove yang ditanam berasal dari budidaya tanaman mangrove di pekarangan rumah Sumari.

Tujuan Adi Sumari menanam bibit mangrove di pinggir pantai itu agar kawasan pantai  menjadi hutan mangrove sehingga nelayan sekitar  suatu saat bakal merasakan manfaat ekonomisnya.

Melalui Kelompok Tani Hutan Rahayu Mandiri dengan nomor Registrasi 18/07/02/2008/KTH.1335/2018 Adi Sumari melakukan penghijauan kawasan pantai.

Awal tahun 2021,  sudah  40 ribu lebih bibit mangrove ditanam di pantai Kuala Penet oleh Sumari. Luas lahan dan jumlah bibit mangrove ini akan terus ditambah oleh sumari agar cita citanya membuat hutan mangrove berhasil di pantai Kuala Penet Desa Sukorahayu.

Minggu, 17 Januari, Adi Sumari yang menjadi Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Rahayu Mandiri menunjukkan lokasi pantai yang ia tanami ribuan pohon mangrove tersebut.

Selain itu, Sumari  telah berhasil membudidayakan berbagai jenis pohon mangrove dan sudah banyak dipesan serta ditanam di berbagai wilayah pesisir di Lampung dan luar Lampung.



Liputan Muklasin