Logo Header Antaranews Lampung

Produksi padi Lampung ditargetkan mencapai 3,4 juta ton

Rabu, 29 April 2026 14:05 WIB
Image Print
Ilustrasi- Lahan pertanian yang ada di Kota Bandarlampung. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Target produksi padi di Provinsi Lampung pada 2026 ini ditargetkan dapat mencapai 3,4 juta ton

Bandarlampung (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung menyatakan bahwa produksi padi di Provinsi Lampung ditargetkan dapat mencapai 3,4 juta ton pada 2026.

"Target produksi padi di Provinsi Lampung pada 2026 ini ditargetkan dapat mencapai 3,4 juta ton, dari sebelumnya target produksi padi di 2025 hanya 3,2 juta ton dan di 2024 memiliki target sebesar 2,7 juta ton," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (KTPTH) Provinsi Lampung Elvira Ummihani di Bandarlampung, Rabu.

Ia mengatakan prediksi kinerja produksi gabah kering giling (GKG) Lampung pada Januari-Mei 2026 berdasarkan data BPS Lampung untuk produksi gabah kering giling akan ada peningkatan sebanyak 79.661 ton, menjadi 1.737.001 ton dibandingkan 2025 yang jumlah produksinya sebanyak 1.657.340 ton.

"Dan untuk luas panen juga akan ada peningkatan seluas 19.496 hektare, dimana prediksi di Januari-Mei luas panen bisa mencapai 317.189 hektare. Sedangkan di periode yang sama di 2025 hanya 297.693 hektare. Dan untuk produksi beras di periode ini diprediksi dapat meningkat sampai 43.754 ton," katanya.

Dia menjelaskan produksi padi di awal tahun di daerahnya telah hampir mencapai 50 persen dari target yang ditentukan.

"Jadi saat Juni-Desember nanti di musim kemarau kita perlu berupaya lebih dalam meningkatkan luas panen dan produksi padi yakni dengan menyiapkan irigasi, pompanisasi, penyediaan bibit tahan kekeringan, dan berbagai upaya lainnya," ucap dia.

Diketahui hasil pemetaan wilayah pertanian rawan kekeringan di Lampung, untuk kabupaten yang paling rawan terdampak kekeringan ada di Kabupaten Lampung Selatan, kemudian ada 11 daerah yang rawan yakni Bandarlampung, Lampung Barat, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, Mesuji, Pesawaran, Pesisir Barat, Pringsewu, Tanggamus, Waykanan. Sedangkan yang hanya berpotensi terdampak ada di daerah Metro, Tulang Bawang, dan Tulang Bawang Barat.



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026