Logo Header Antaranews Lampung

Wakil Ketua DPRD Lampung minta Pemkot segera benahi drainase

Sabtu, 7 Maret 2026 15:38 WIB
Image Print
Ilustrasi - Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung sedang mengevakuasi warga pesisir Bandarlampung saat banjir rob terjadi. (ANTARA/Dian Hadiyatna)
Kami menghimbau Pemkot Bandarlampung untuk melakukan perbaikan infrastruktur, terutama drainase

Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Ketua DPRD Provinsi Lampung Kostiana mengimbau Pemerintah Kota Bandarlampung untuk melakukan pembenahan infrastruktur sistem drainase, agar persoalan banjir yang kerap terjadi di ibukota provinsi dapat diminimalisasi.

‎"Kami menghimbau Pemkot Bandarlampung untuk melakukan perbaikan infrastruktur, terutama drainase," ujarnya dalam pernyataan di Bandarlampung, Sabtu.

‎Kostiana mengharapkan seluruh pihak terkait dapat bersama-sama memperhatikan kondisi Bandarlampung sebagai ibu kota provinsi, agar ke depan tidak lagi menjadi langganan banjir.

‎"Jadi sama-sama kita perhatikan ibu kota provinsi ini, yang seharusnya sudah aman dari banjir,” ujarnya.

‎Ia juga menyinggung rencana kolaborasi penanganan banjir antara Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Pesawaran yang sempat dibahas tahun lalu. Namun hingga kini program tersebut belum terlaksana.

‎"Insyaallah jika sudah berjalan, itu bisa membantu mengurangi banjir di Bandarlampung,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Kostiana sempat menyoroti minimnya kehadiran aparatur wilayah seperti lurah, camat, hingga ketua lingkungan dalam kegiatan reses anggota dewan. Padahal, menurut dia, forum reses merupakan momen penting untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.

"Saat ini kami sedang masa reses di 11 titik, tetapi hanya dihadiri satu lurah. Bahkan dari satu lingkungan yang memiliki sekitar 15 RT, satu RT pun tidak hadir di lokasi kegiatan,” ungkapnya.

‎Menurut dia, kehadiran para pamong wilayah sangat penting agar mereka dapat mendengar langsung keluhan masyarakat, terutama terkait persoalan banjir yang banyak disampaikan warga.

‎"Ketika reses, kami turun untuk membantu pemerintah kota mencari solusi, termasuk soal perbaikan infrastruktur drainase. Keluhan masyarakat paling banyak soal banjir, baik karena drainase yang tidak memadai maupun gorong-gorong yang sempit sehingga luapan air tidak tertampung,” jelasnya.

Jika aparatur wilayah hadir dalam kegiatan reses, lanjut dia, maka legislator dapat langsung melakukan koordinasi terkait tindak lanjut aspirasi masyarakat, termasuk memastikan apakah persoalan tersebut telah diusulkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) atau belum.

‎"Kalau pamong setempat hadir, mereka bisa langsung mengetahui apakah keluhan masyarakat, termasuk soal banjir, sudah diusulkan dalam Musrenbang atau bagaimana tindak lanjutnya,” kata dia.

Ia pun menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa akibat banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Bandarlampung pada Jumat (6/3) malam .

‎"Saya turut berduka cita atas korban jiwa dalam musibah banjir ini. Tentu ini sangat kita sesalkan dan menjadi perhatian bersama agar ke depan kejadian serupa tidak terus berulang,” kata Kostiana.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung, sedikitnya 38 titik di ibu kota Provinsi Lampung terdampak banjir, yang mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta satu orang dilaporkan hilang terbawa arus.


Baca juga: Ratusan rumah terdampak banjir akibat hujan deras di Lamsel

Baca juga: Tim SAR temukan korban banjir hanyut di Bandarlampung

Baca juga: BPBD catat 37 titik banjir di Kota Bandarlampung akibat hujan deras



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026