Logo Header Antaranews Lampung

Pemerintah siap optimalkan empat pelabuhan di Banten untuk kelancaran arus mudik

Senin, 16 Februari 2026 16:12 WIB
Image Print
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berbicara usai rapat koordinasi Angkutan Mudik Lebaran Tahun 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (16/2/2026). ANTARA/Devi Nindy
Ini adalah antisipasi kami untuk memecah arus. Jika dalam kondisi normal semua melalui Merak. Untuk kondisi Lebaran, kami optimalkan empat pelabuhan tersebut

Serang, Banten (ANTARA) - Pemerintah mematangkan persiapan angkutan mudik Lebaran 2026 di Provinsi Banten dengan mengoptimalkan empat pelabuhan untuk memecah arus penyeberangan menuju Sumatera dan mencegah penumpukan di Merak, Banten.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan Banten menjadi titik krusial karena seluruh kendaraan dari Jabodetabek ke arah Sumatera bermuara di wilayah ini.

"Jika ada 1.000 kendaraan dari Jabodetabek menuju arah barat (Sumatera), maka 1.000 kendaraan itu akan bermuara di Merak, Banten. Inilah tugas kita untuk mengurai arus tersebut," ujar Dudy usai rapat koordinasi Angkutan Mudik Tahun 2026 di Kota Serang, Banten, Senin.

Keempat pelabuhan disiapkan dengan peruntukan berbeda, yakni Pelabuhan Merak untuk penyeberangan mobil kecil dan bus, Pelabuhan Ciwandan untuk sepeda motor dan truk barang kecil, Pelabuhan BBJ Bojonegara untuk truk besar, serta Krakatau Bandar Samudera (KBS) sebagai alternatif menuju Panjang, Lampung.

"Ini adalah antisipasi kami untuk memecah arus. Jika dalam kondisi normal semua melalui Merak. Untuk kondisi Lebaran, kami optimalkan empat pelabuhan tersebut," kata Dudy.

Ia menegaskan koordinasi lintas wilayah dilakukan karena pengaturan arus melibatkan Banten dan Polda Metro Jaya.

Selain itu, pemerintah menyiapkan tambahan 10-12 kapal penyeberangan untuk melayani arus mudik Lebaran 2026 di Banten guna memperlancar distribusi kendaraan dari pelabuhan alternatif.

Dudy juga mengatakan untuk evaluasi Lebaran 2025 menunjukkan perlunya penambahan armada di BBJ dan Ciwandan.

"Kami akan menyediakan minimal 10 hingga 12 kapal, agar aliran kendaraan berjalan lancar dan tidak terjadi antrean panjang," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan rapat koordinasi menjadi langkah awal konsolidasi lintas instansi.

"Beberapa hal telah disampaikan tadi dan semua akan terus kita koordinasikan supaya penyelenggaraan Angkutan Mudik Tahun 2026 bisa berjalan dengan lancar," katanya.

Evaluasi Lebaran 2025 menjadi rujukan peningkatan layanan tahun 2026, termasuk pemantauan pergerakan kendaraan secara berkala, kata dia.

Pemerintah menargetkan skema distribusi pelabuhan ini mampu menekan antrean panjang dan kemacetan di akses menuju Merak saat puncak mudik.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan pergerakan selama masa libur Lebaran Tahun 2026.

Angka ini menunjukkan adanya penurunan tipis sebesar 1,75 persen dibandingkan survei Lebaran 2025, yang tercatat sebanyak 146,4 juta orang.

Berdasarkan data latar belakang kesiapan angkutan dari Kemenhub, sebanyak 50,60 persen responden memilih untuk bepergian keluar kota.

Alasan utama masyarakat melakukan perjalanan adalah untuk mudik dan merayakan Idul Fitri di kampung halaman, yang mencakup 66,2 persen atau 95,27 juta orang.

Motivasi lainnya meliputi tradisi mengunjungi orang tua atau sanak saudara (19,3 persen) dan memanfaatkan waktu libur untuk berwisata (12,0 persen).

Untuk mengantisipasi lonjakan arus tersebut, Kemenhub telah menyusun kalender operasional Masa Angkutan Lebaran 2026.

Pemerintah akan menyelenggarakan Posko Angkutan Lebaran selama 18 hari, terhitung mulai 13 Maret (H-8) hingga 30 Maret 2026 (H+9).


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah optimalkan empat pelabuhan di Banten untuk mudik Lebaran



Pewarta :
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026