
Carlos Alcaraz juara Australian Open 2026 usai kalahkan Djokovic

Kemenangan tersebut juga membuat Alcaraz (22 tahun) menjadi petenis putra termuda yang menyelesaikan Career Grand Slam
Jakarta (ANTARA) - Petenis tunggal putra asal Spanyol Carlos Alcaraz menjuarai Australian Open 2026 setelah mengalahkan Novak Djokovic pada partai final dengan skor 2-6, 6-2, 6-3, 7-5 di Melbourne, Minggu.
Dikutip dari ATP, keberhasilan Alcaraz menumbangkan Djokovic sang peraih 24 gelar mayor, membuatnya meraih gelar pertama di turnamen Grand Slam lapangan keras Melbourne.
Kemenangan tersebut juga membuat Alcaraz (22 tahun) menjadi petenis putra termuda yang menyelesaikan Career Grand Slam atau mengangkat trofi di keempat turnamen mayor pada era tenis modern atau open.
Pada laga tersebut, setelah set pembuka yang didominasi Djokovic dengan penampilan agresif, Alcaraz mencoba menguasai permainan dari baseline untuk mengendalikan pertandingan final Australian Open pertamanya.
Dia mematahkan servis lawannya dua kali dalam perjalanan menuju set kedua dan tampak kembali ke performa terbaiknya di set ketiga.
Djokovic berjuang keras di set keempat, menangkis enam break point untuk mempertahankan servisnya di gim kedua. Namun, petenis berusia 38 tahun yang tak terkalahkan dalam 10 final Australian Open sebelumnya itu tidak mampu membalas dan mempertahankan catatan sempurnanya.
Alcaraz mematahkan servis Djokovic secara telak di gim ke-12 set keempat untuk memastikan kemenangan dalam waktu tiga jam dua menit.
Alcaraz kini menjadi juara tunggal Grand Slam tujuh kali, menyamai catatan sesama mantan petenis nomor satu dunia John McEnroe dan Mats Wilander dalam daftar sepanjang masa.
Kemenangan petenis Spanyol itu di Melbourne melanjutkan dominasi yang telah ia dan rival beratnya, Jannik Sinner, miliki di turnamen major dalam beberapa tahun terakhir. Mereka telah memenangi sembilan gelar Grand Slam terakhir, sejak kemenangan Djokovic di US Open 2023.
Meskipun baru saja memenangkan semifinal lima set yang melelahkan melawan juara 2024 dan 2025 Jannik Sinner pada Jumat malam (30/1), Djokovic memukul bola dengan agresif sejak gim pertama di Rod Laver Arena.
Djokovic, yang berupaya mengangkat trofi Grand Slam ke-25 untuk memecahkan rekor sepanjang masa yang dipegangnya sekaligus menjadi juara tunggal putra tertua di turnamen mayor di era tenis modern atau Open, hampir tidak melakukan kesalahan dalam penampilan set pembuka yang mengesankan.
Sama seperti saat melawan Sinner, Djokovic tampil dengan tekad untuk mendikte permainan dengan pukulan forehand-nya, dan petenis Serbia itu menciptakan tiga break point pertama di set tersebut pada gim keempat.
Meskipun Alcaraz tetap tenang untuk menangkis dua break point pertama, Djokovic menang dalam reli panjang di baseline pada break point ketiga untuk mendapatkan keunggulan awal.
Alcaraz sendiri bertanding dalam semifinal terpanjang dalam sejarah Australian Open pada Jumat (30/1) melawan Alexander Zverev, dan ia menampilkan set pembuka yang datar.
Djokovic dengan piawai memanfaatkan momentumnya dengan mematahkan servis lawannya lagi di gim kedelapan untuk memenangi set di mana ia hanya kehilangan dua poin saat servis, menurut statistik ATP.
Pada set kedua, Alcaraz bangkit mematahkan servis lawannya untuk kedua kalinya di gim ketujuh dan segera menyelesaikan servisnya untuk menyamakan kedudukan.
Dominasi unggulan teratas itu berlanjut ke set ketiga. Tanpa menunjukkan tanda-tanda kelelahan dari upayanya di semifinal melawan Zverev, petenis Spanyol itu tanpa henti berlari menangkis serangan Djokovic.
Djokovic tidak meninggalkan Rod Laver Arena tanpa perlawanan. Ia menangkis enam break point untuk mempertahankan servisnya di gim kedua yang panjang. Namun, ia tidak mampu mengalahkan Alcaraz pada kedudukan 5-6.
Djokovic melepaskan pukulan forehand yang terlampau panjang pada match point pertama Alcaraz, yang membuat petenis Spanyol itu meraih gelar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Alcaraz juara Australian Open 2026 usai kalahkan Djokovic
Pewarta : Arindra Meodia
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
