Logo Header Antaranews Lampung

Pemkot Bandarlampung perkuat patroli di wilayah pesisir antisipasi banjir rob

Kamis, 20 November 2025 17:50 WIB
Image Print
Ilustrasi: Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sedang melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir rob di Bandarlampung. ANTARA/HO-BPBD Bandarlampung
Kami akan memperkuat patroli di wilayah pesisir, untuk mengantisipasi dampak dari banjir rob

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memperkuat patroli wilayah pesisir guna mengantisipasi dampak dari adanya banjir rob seperti yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kami akan memperkuat patroli di wilayah pesisir, untuk mengantisipasi dampak dari banjir rob," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandarlampung Idham Basyar Saputra, di Bandarlampung, Kamis.

Dia mengatakan bahwa sesuai dengan prediksi dari BMKG bahwa dimungkinkan akan kembali terjadi rob sehingga antisipasi terkait hal tersebut sudah disiapkan sejak dini.

"Prediksi BMKG itu pada 21 sampai 24 November terjadi rob. Biasanya wilayah terkena itu di pesisir, seperti Bumi Waras, Panjang dan sejumlah wilayah lainnya," kata dia.

Dia pun menyampaikan bahwa BPBD Bandarlampung juga telah menyiagakan setidaknya 25 sampai 30 personel yang akan terus berpatroli untuk melaporkan situasi terkini hingga membantu masyarakat terdampak rob.

"Kami siap siagakan setiap harinya 25 hingga 30 personel. Nanti mereka akan setiap hari lakukan patroli di wilayah pesisir," kata dia.

Sekretaris BPBD Kota Bandarlampung Edy Susanto menambahkan bahwa pihaknya telah meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi terhadap potensi bencana, terutama di wilayah pesisir yang memiliki risiko tinggi terhadap tsunami dan bencana alam lainnya.

"Kami telah melakukan kajian risiko bencana dan mitigasi, salah satunya potensi tsunami di lima kecamatan pesisir yang memiliki risiko cukup besar,” katanya.

ia pun mengatakan, sebagai langkah konkret, BPBD telah memasang rambu-rambu evakuasi di sejumlah titik di lima kecamatan pesisir serta memberikan edukasi kesiapsiagaan kepada masyarakat tentang langkah-langkah yang harus dilakukan apabila terjadi bencana.

“Kami sudah melakukan mitigasi kepada warga terkait cara mempersiapkan diri menghadapi bencana. Edukasi juga diberikan tidak hanya kepada masyarakat tetapi juga di sekolah-sekolah dasar dan menengah, karena anak-anak perlu tahu apa yang harus dilakukan jika bencana terjadi,” kata dia.


Baca juga: Pemkot Bandarlampung catat baru satu SPPG miliki SLHS

Baca juga: Pemkot Bandarlampung siap fasilitasi pelaku UMKM dapatkan HAKI

Baca juga: Pemkot Bandarlampung hapus tarik uang komite SD dan SMP mulai tahun depan



Pewarta :
Editor: Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026