
Kalah lawan Bhayangkara, Pelatih Bali United kecewa kepada wasit

Kami memang tidak memulai pertandingan dengan baik namun juga saya kecewa terhadap sejumlah keputusan wasit di lapangan
Bandarlampung (ANTARA) - Pelatih Bali United Johnny Jansen menyatakan kecewa terhadap sejumlah keputusan wasit pada pertandingan Super League melawan Bhayangkara Presisi Lampung di Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Lampung.
"Kami memang tidak memulai pertandingan dengan baik namun juga saya kecewa terhadap sejumlah keputusan wasit di lapangan," kata dia setelah pertandingan di Bandarlampung, Jumat.
Ia menyoroti kartu merah yang diterima pemainnya Tim Receveur pada babak kedua karena melanggar Dedi Kusnandar. Pengadil disebutnya tidak sepenuhnya mengambil keputusan berdasarkan penglihatan langsung di lapangan.
"Dua kartu merah dalam dua pertandingan ini sangat menyulitkan kami. Hari ini juga sama, kartu kuning kedua untuk pemain kami karena ada teriakan dari luar, bukan karena wasit melihat langsung," kata dia.
Padahal, lanjut dia, pada babak kedua Bali United tampil lebih dominan dan menciptakan banyak peluang, bahkan sempat menyamakan gol menjadi 1-1.
"Kartu merah yang diterima pemain kami tentu berpengaruh besar terhadap hasil akhir," kata dia.
Kedepannya, ia berharap perangkat pertandingan dapat lebih tegas dan independen dalam mengambil keputusan.
"Sebelum pertandingan selalu dibicarakan tentang respek terhadap wasit, dan kami selalu menjaga itu. Tapi saya lihat banyak tim lain terlalu sering protes. Wasit harus belajar dari hal ini, agar bisa membuat keputusan sendiri tanpa tekanan dari luar," katanya.
Bhayangkara Presisi menang 2-1 atas Bali United, berkat gol Dendy Sulistyawan dan Slavko Damjanovic, sedangkan gol balasan Bali United diciptakan oleh Andika Wijaya.
Dalam pertandingan itu, Bali United kehilangan satu pemain setelah Tim Receveur menerima kartu kuning kedua karena melanggar Dedi Kusnandar pada menit ke-82.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pelatih Bali United kecewa kepada wasit
Pewarta : Dian Hadiyatna
Editor:
Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
