Dompet Dhuafa raih penghargaan sebagai Nazir Wakaf terbaik

id Dompet Dhuafa, penghargaan Nazir Wakaf terbaik,ajang BWI Award 2025

Dompet Dhuafa raih penghargaan sebagai Nazir Wakaf terbaik

Pada ajang BWI Award 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Hotel Pullman, Jakarta pada Selasa pekan lalu (05/08/2025), Dompet Dhuafa meraih penghargaan sebagai Nazir Wakaf Terbaik. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua BWI Prof Kamaruddin Amin kepada Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini. FOTO ANTARA/HO-DOMPET DHUAFA.

Anugerah ini adalah bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi memajukan wakaf di Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Dompet Dhuafa memperkuat komitmen dalam mengelola dan mengembangkan wakaf dengan meraih penghargaan sebagai Nazir Wakaf Terbaik dalam ajang BWI Award 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Wakaf Indonesia (BWI).

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Ketua BWI Prof Kamaruddin Amin kepada Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Ahmad Juwaini.

Pada ajang ini, Dompet Dhuafa mendapatkan penghargaan khusus dalam kategori Nazir dengan aset dan kepatuhan pelaporan terbaik. Capaian ini menjadi penguat atas keseriusan dalam pengelolaan wakaf secara transparan, akuntabel, dan profesional, serta memberikan manfaat yang luas bagi umat.

"Anugerah ini adalah bentuk apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi memajukan wakaf di Indonesia," ujar Kamaruddin dalam pernyataan di Bandarlampung, Rabu.

Penghargaan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BWI yang mengusung tema “Gerakan Indonesia Berwakaf: Meneguhkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menunjukkan bahwa wakaf bukan sekadar amal ibadah, melainkan instrumen ekonomi yang dapat memperkuat ketahanan bangsa.

Menurut Kamarudin, prioritas utama BWI saat ini adalah menggalakkan Gerakan Indonesia Berwakaf, khususnya dalam bentuk wakaf tunai. Selain itu, BWI juga fokus pada upaya produktivisasi aset wakaf, terutama tanah-tanah idle yang memiliki potensi ekonomi di luar fungsi tradisional seperti masjid, kuburan, dan lembaga pendidikan.

Terdapat dua hal utama yang dibahas, yaitu menjaga aset wakaf dan mengembangkan aset wakaf, khususnya yang produktif.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan wakaf yang baik dapat mendukung pencapaian visi besar Indonesia Emas, yaitu Indonesia yang maju, bebas dari kemiskinan, serta cerdas dan sehat. Ia juga begitu optimis bahwa wakaf akan menjadi instrumen untuk mengentaskan masyarakat miskin di Indonesia.

"Kami sangat optimis akan terjadi transformasi fundamental dalam wakaf di Indonesia. Kami berkolaborasi dengan seluruh pihak di Indonesia untuk meng-unlock potensial wakaf ini," katanya.

Penghargaan ini memiliki korelasi erat dengan strategi wakaf produktif yang selama ini dikembangkan oleh Dompet Dhuafa. Melalui program wakaf, Dompet Dhuafa tidak hanya mengelola aset untuk kegiatan ibadah, tetapi juga mengoptimalkannya menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Sementara itu, Ahmad Juwaini menjelaskan bahwa penghargaan tersebut menjadi dorongan bagi Dompet Dhuafa untuk terus berinovasi dalam pengelolaan wakaf.

Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayai Dompet Dhuafa sebagai nazir wakaf. Pemberian apresiasi ini tidak luput dari para wakif, pemerintah, penerima manfaat, para stakeholder, dan seluruh masyarakat pada umumnya.

"Sebagaimana upaya BWI, Dompet Dhuafa selalu berkomitmen menjadikan wakaf sebagai gerakan nasional. Kami terus mengembangkan wakaf produktif, meningkatkan profesionalisme, dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas kemanfaatan wakaf bagi masyarakat, serta ikut mendorong visi besar Indonesia Emas," ujarnya.

Sejalan dengan tema Rakornas, Dompet Dhuafa percaya bahwa wakaf dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mencapai Indonesia Emas. Wakaf produktif yang dikelola dengan baik mampu memperkuat ekonomi umat, menciptakan kemandirian, serta melahirkan program-program yang berdampak luas.

Pada sambutan pembukaan Rakornas, Kamaruddin bahkan menyebutkan bahwa RS Achmad Wardi di Serang yang dikelola oleh Dompet Dhuafa menjadi contoh pengelolaan wakaf produktif yang baik.

Di samping itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dalam sambutannya mengatakan umat muslim menjadi miskin kalau hanya menunaikan zakat sebagai pundi keuangan. Ia pun menyakini wakaf akan menjadi pundi keuangan Islam di Indonesia yang lebih besar daripada zakat.

"Kami percaya, para pejuang wakaf ini akan terus mengembangkan pengelolaan wakaf dengan baik, sehingga sejalan dengan tagline Rakornas BWI 2025 dan cita-cita Indonesia Emas," ujarnya.

Penghargaan ini menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi Dompet Dhuafa untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan wakaf. Dengan kolaborasi bersama masyarakat, pemerintah, dan stakeholder perwakafan, Dompet Dhuafa akan terus memperkuat gerakan wakaf sebagai kekuatan ekonomi umat yang berkelanjutan.

Berita kerja sama

Pewarta :
Editor : Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.