Logo Header Antaranews Lampung

Gerakan bertani cabai di perkantoran kedinasan digalakkan di Palembang

Jumat, 9 September 2022 21:30 WIB
Image Print
Ilustrasi- Kegiatan panen cabai merah di Science Techno Park, Desa Bakung, Inderalaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Kamis (10/2/22). (ANTARA/Dolly Rosana)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, segera melaksanakan gerakan bertani cabai di lingkungan perkantoran kedinasan sebagai upaya mengendalikan laju inflasi ekonomi daerah.

Gerakan tersebut diproyeksikan mulai dilaksanakan oleh para ASN di seluruh perkantoran organisasi perangkat daerah hingga ke tingkat kelurahan pada semester ke-2 tahun ini, kata Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Jumat.

Menurut dia, tanaman cabai dipilih karena merupakan salah satu komoditas bahan pangan utama yang dibutuhkan masyarakat di Kota Palembang.

Melansir dari data Badan Pusat Statistik mencatat kebutuhan produksi sayuran pada jenis cabai merah besar dan keriting di Kota Palembang mencapai 474 kuintal atau 47.400 kilogram per tahun.

Ia menyebut, di balik itu harga jual cabai di pasaran beberapa waktu terakhir mengalami fluktuasi, mulai dari Rp48 ribu per kilogram pada awal Agustus, saat ini sudah mencapai Rp90 ribu per kilogram.

Kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari anomali cuaca hingga terkait bertambahnya ongkos pendistribusian pascapenyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).



Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026