Jakarta (ANTARA) -
Menurut dia, Jurnalis Muslim juga seorang juru dakwah dimana tahapan-nya tidak hanya menyampaikan kabar dan pesan secara lisan dan tulisan tetapi juga harus mampu mengimplementasikan pesan moral yang disampaikan dalam perilaku dirinya sehari-hari.
"Tahapannya tidak hanya lisan, tulisan dan juga af'al (keselarasan kata dan perbuatan) dimana jurnalis Muslim harus mampu mengimplementasikan pesan moral itu dalam bentuk sikap dan perilaku yang melekat pada dirinya," kata Mashuri yang juga Ketua Pusat Dakwah dan Perbaikan Akhlak Bangsa Majelis Ulama Indonesia (PD PAB MUI).
Sementara Awalil Rizky, pakar ekonomi yang hadir sebagai pembicara ketiga meminta agar jurnalis Muslim mengambil peran mengadvokasi UMKM untuk bisa berkembang di era digital karena saat ini UMKM menjadi salah satu penopang ekonomi nasional.
"Dua penopang Indonesia sehingga secara ekonomi masih bertahan adalah petani yang mampu menghasilkan produk pertanian murah dan TKI dengan remitansi yang menghasilkan devisa," katanya.
Pada acara Munas yang dihadiri sekitar sekitar 50 orang dari berbagai daerah itu kemudian secara aklamasi menetapkan Ketua dan Sekjen Ketua PJMI periode 2022-2025 yaitu Ismail Lutan dan W Supratman.
Muhammad Anthoni, mantan Ketua Umum PJMI periode pertama yang memimpin jalannya pemilihan itu mengatakan, tradisi dalam PJMI adalah suara bulat untuk menunjuk Ketua dan Sekjen yang selanjutnya akan membentuk kepengurusan.
"Siapa pun yang hadir hari ini harus siap menjadi pengurus di pusat dan daerah karena organisasi ini dibangun bersama secara kekeluargaan," ujar mantan wartawan LKBN ANTARA itu.
