Logo Header Antaranews Lampung

Inggris tak lagi mewajibkan masker dan WFH mulai pekan depan

Kamis, 20 Januari 2022 07:48 WIB
Image Print
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson melihat botol vaksin saat mengunjungi pusat vaksinasi Stow Health di Westminster, London, Inggris, Desember 2021. (ANTARA/Jeremy Selwyn/Pool via Reuters)
Berkat program booster yang luar biasa, dan dengan cara masyarakat menanggapi langkah-langkah Rencana B, kami bisa kembali ke Rencana A di Inggris dan memungkinkan regulasi Rencana B berakhir sebagai hasilnya, mulai Kamis depan

London (ANTARA) - Masyarakat di Inggris akan dibebaskan dari keharusan memakai masker di mana saja atau bekerja dari rumah (work from home/WFH) mulai pekan depan, kata Perdana Menteri Boris Johnson pada Rabu (19/1).

Menurutnya, para ilmuwan telah menyakini bahwa gelombang varian Omicron sudah mencapai puncaknya.

Johnson juga mengatakan bahwa meskipun saat ini warga masih diharuskan untuk melakukan isolasi mandiri, dirinya tidak berharap untuk memperbarui aturan isolasi mandiri yang masa berlakunya bakal berakhir pada Maret.

Dia mengatakan akan segera mempertimbangkan penghapusan aturan itu.

"Berkat program booster yang luar biasa, dan dengan cara masyarakat menanggapi langkah-langkah Rencana B, kami bisa kembali ke Rencana A di Inggris dan memungkinkan regulasi Rencana B berakhir sebagai hasilnya, mulai Kamis depan," kata Johnson di depan parlemen.

Dia mengatakan sertifikat COVID-19 wajib akan berakhir, meski para pelaku usaha boleh melanjutkan penggunaan kartu pas COVID.

Sumber: Reuters



Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026