Logo Header Antaranews Lampung

Militer Myanmar tembaki pemrotes, AS dukung rakyat Burma

Minggu, 21 Februari 2021 08:16 WIB
Image Print
Seorang pria terluka duduk di dalam sebuah ambulans setelah polisi menembakkan peluru karet saat protes terhadap kup militer di Mandalay, Myanmar, Sabtu (20/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer/hp/cfo (REUTERS/STRINGER)

Washington (ANTARA) - Amerika Serikat "sangat prihatin" oleh laporan bahwa pasukan keamanan Myanmar telah menembaki pengunjuk rasa dan terus menahan dan melecehkan demonstran dan lainnya, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan dalam cuitan pada Sabtu.

"Kami mendukung rakyat Burma," cuit Price. Myanmar juga dikenal sebagai Burma.

Dua orang tewas di kota kedua Myanmar Mandalay pada Sabtu ketika polisi dan tentara menembak untuk membubarkan protes terhadap kudeta militer 1 Februari, hari paling berdarah dalam lebih dari dua minggu demonstrasi, kata pekerja darurat.

Pengambilalihan kekuasaan sipil oleh militer itu dikecam para pemimpin politik dunia, termasuk Paus Fransiskus dan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.

Presiden AS Joe Biden menanggapi kudeta itu dengan mengatakan, tak diragukan lagi bahwa dalam demokrasi kekuatan militer tidak dapat membatalkan pemilihan umum.

Sumber: Reuters



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026