Habibie dalam ingatan pengurus Muhammadiyah Lampung Timur

id BJ Habibie wafat, habie meninggal, wafatnya habibie

Habibie dalam ingatan pengurus Muhammadiyah Lampung Timur

Foto Almarhum BJ Habibie dan Makruf Abidin Tahun 2008 pada acara temu alumni di kampus ITB/foto istimewa

Lampung Timur (ANTARA) - Wakil Ketua Pengurus Daerah Muhammadiayah Kabupaten Lampung Timur Makruf Abidin mengenang sosok almarhum Bacharudin Yusuf Habibie, Presiden ke-3  RI sebagai orang yang jenius, optimis, energik dan aspiratif terhadap ilmu pengetahuan.

Makruf Abidin di Lampung Timur, Kamis, mengakui pernah bertemu mantan Presiden BJ Habibie dan istrinya Hasri Ainun Habibie  pada suatu acara temu alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) di Kampus ITB, pada Tahun 2008.

Makruf mengatakan pada saat itu dirinya berstatus mahasiswa pascasarjana ITB.

Pada acara itu, Habibie yang merupakan alumni ITB berkesempatan mengisi acara dan berbicara di depan alumni dan mahasiswa soal industri dirgantara.

"Beliau orangnya sangat aspiratif terhadap  anak muda yang yang punya bakat, beliau terlihat sangat optimis, kalau memacu orang sangat pintar, hidup kalau optimis pasti berhasil," kata Makruf Abidin mengenang Habibie mengisi acara kala itu.

Makruf mengatakan, putra kelahiran Pare-Pare Sulawesi Selatan itu kalau mengomongkan soal demokrasi dan  teknologi  "meledak-meledak".

Apalagi  membicarakan Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang pernah dirintisnya, yang kemudian tidak berkembang setelah dia tinggalkan.

"Dulu beliau bicara dirgantara, kalau bicara dirgantara, bersemangat, sampai meledak-ledak. Kalau bicara IPTN yang pernah di bangunnya sampai nangis, menangis karena menyesali yang di bangunya setelah dia tingggal malah tidak berkembang," ujarnya.

Padahal IPTN telah menyerap ribuan karyawan yang terdiri dari putra-puteri Indonesia yang pintar-pintar

Makruf juga mengenang, sosok Habibie orang yang mudah dekat dengan semua orang dan jenius.

"Pak Habibie kalau ngomong sesuatu  runtut dan mudah dipahami," ungkapnya.








 
Pewarta :
Editor : Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar