
Besok, diperkirakan puncak arus balik dengan moda kereta api

Kalianda (ANTARA) - Stasiun Kereta Api Tanjungkarang sudah mulai dipadati penumpang yang turun maupun naik pada H+2 (8 Juni 2019) baik dari Kertapati ke Tanjung Karang.
Kepadatan sudah terlihat dari H+1 dengan total penumpang sebanyak 4.700 penumpang yang balik dari Kertapati, Kotabumi maupun BatuRaja
Sementara dari pantauan di lapangan, terlihat banyak penumpang kereta api Kuala Stabas yang akan berangkat ke arah Baturaja Sumatra Selatan.
Ema, warga Baturaja mengatakan pelayanan dalam kereta sudah mulai membaik dan tertib dari tahun ke tahun salah satunya kereta api bersih, masuk penumpang satu per satu ke dalam kereta tertib.
“Meski hari libur belum usai. Saya ambil keberangkatan siang ini untuk menghindari lonjakan penumpang kereta api,”katanya
Ia mengharapkan, agar kereta api ke depan terus meningkatkan pelayanannya kepada penumpang dari anak-anak sampai dewasa.
Ditempat terpisah, Manager Humas Kereta Api Divre IV Tanjungkarang Sapto Hartoyo, mengatakan arus balik penumpang dimulai sejak kemarin (7/6) hingga puncak diperkirakan H+3 (9/6) mendatang.
“Khusus arus balik tanggal 7 Juni (pada H+1) Pasca Idul Fitri, penumpang ke Tanjungkarang sebanyak 4.700 penumpang,” kata Sapto.
Menurutnya, penumpang dari kertapati, baturaja, dan kotabumi. Puncak diperkirakan hari Minggu tanggal 9 Juni mendatang.
Selain itu, total kursi yang disediakan 4.275 per hari untuk semua kelas dan semua jurusan.
“Optimis untuk puncak balik bisa tercapai lebih dari kursi yang tersedia karena untuk kereta api lokal ada toleransi sebesar 50 persen dari kapasitas,” katanya
Ia pun memastikan bahwa prasarana jalan rel kereta api dipastikan handal sehingga perjalanan arus balik aman dan lancar.
“Kondisi jalan rel kondisi bagus semua, tidak ada perbaikan.Insya Allah perjalanan arus balik aman dan lancar,”ungkapnya.
Pewarta : Emir Fajar Saputra
Editor:
Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
