
Iran tolak program peluru kendalinya dikekang

London (Antaranews Lampung) - Iran, Selasa, tidak mengacuhkan desakan Amerika Serikat dan Eropa untuk mengekang program peluru kendali balistik, namun mengatakan Teheran tidak berencana meningkatkan jarak tempuh rudalnya.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Mei tahun lalu menarik diri dari kesepakatan nuklir dengan Iran serta kembali menerapkan sanksi. Langkah itu diambil Trump dengan mengatakan bahwa kesepakatan tersebut tidak menyikapi program rudal balistik Iran dan bahwa ia melihat republik itu sebagai pengaruh buruk di kawasan.
Prancis, yang masih mengikatkan diri pada perjanjian nuklir itu, mengatakan pekan lalu bahwa pihaknya siap menerapkan sanksi lebih jauh terhadap Iran jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan menyangkut program senjata nuklir.
"Musuh-musuh itu mengatakan kekuatan rudal Iran harus dihapus, tapi kami sudah berkali-kali mengatakan bahwa kemampuan rudal kami tidak untuk dirundingkan," kata Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami, seperti dikutip kantor berita Tasnim.
Seketaris Dewan Keamanan Nasional Iran itu juga mengatakan Iran akan terus bekerja meningkatkan keakuratan peluru-peluru kendalinya.
"Iran tidak punya batasan keilmuan atau operasional untuk meningkatkan jarak tempuh rudal militernya, namun berdasarkan doktrin pertahanan, Iran masih terus berupaya meningkatkan keakuratan rudal-rudal, dan tidak berniat meningkatkan jarak tempuhnya," kata Ali Shamkhani, pembantu dekat Pemimpin Agung Iran Ayatullah Ali Khamenei, seperti dikutip stasiun penyiaran IRIB.
Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa, melalui resolusi yang mendampingi perjanjian nuklir 2015, mendesak Iran untuk selama delapan tahun tidak melakukan pengembangan rudal balistik, yang dirancang untuk melontarkan senjata nuklir.
Namun, Iran mengatakan desakan itu bukan merupakan perintah yang mengikat. Iran membantah bahwa peluru-peluru kendalinya memiliki kemampuan untuk menghantarkan hulu ledak nuklir.
Washington juga telah meminta Iran agar berhenti mengembangkan teknologi peluncur satelit sehubungan dengan kekhawatiran bahwa teknik yang sama bisa digunakan untuk meluncurkan hulu ledak.
Shamkhani mengatakan Iran akan terus mengembangkan teknologi itu "guna meningkatkan kualitas hidup rakyat serta kecakapan teknologi negara."
Upaya Iran untuk mengirim sebuah satelit ke orbit bulan lalu mengalami kegagalan karena roket peluncurnya tidak mencapai kecepatan yang diperlukan pada tahap ketiga.
Pewarta : Antara/Reuters
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
