Logo Header Antaranews Lampung

Soft tenis sumbang tambahan tiga medali Indonesia

Rabu, 29 Agustus 2018 16:52 WIB
Image Print
Petenis Chinese Taipei Cheng Chulling (kiri), petenis Jepang Takahashi Noa (kedua kiri), petenis Indonesia Putri Dwi Rahayu (kedua kanan) dan petenis China Yu Yuanyi(kanan) memperlihatkan medali juara soft tenis tunggal putri di Asian Games 2018 di JSC Tennis Courts, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (29/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/Iwan Cheristian/nym/18)

Palembang (Antaranews Lampung) - Cabang olahraga soft tenis menyumbang tambahan tiga medali yakni satu perak dan dua perunggu bagi Indonesia di hari kedua pertandingan cabang soft tenis yang dihelat di Kompleks Lapangan Tenis Jakabaring, Palembang,Sumsel, Rabu.

Medali perak disumbang oleh Alexander Elbert Sie usai di partai final tak sanggup membendung wakil Korea Selatan Kim Jinwoong meski sudah memberikan perlawanan sengit.

Hampir di setiap gim pertandingan final antara Korea Selatan dan Indonesia ini harus diselesaikan dengan deuce, yakni di gim pertama 5-3, 8-6 di gim kedua dan 6-8 di gim ketiga.

Sayangnya, Elbert tidak bisa mempertahankan lebih lama staminanya yang telah terlihat habis yang mengakibatkan ada masalah pada pinggangnya. Setelah harus melalui laga perempat final, semifinal dan final dalam satu hari dengan jeda waktu masing-masing 30 menit, akhirnya pertandingan harus berakhir dengan skor 4-2 untuk keunggulan pemain Korea Selatan.

Kondisi terakhir Elbert, diinformasikan memang sedang melaksanakan perawatan hingga tak bisa memberi keterangan pada wartawan yang menunggu di area mix zone.

Sementara itu, dua medali perunggu datang dari nomor tunggal putra dan tunggal putri yang masing-masing disumbangkan oleh Prima Simpatiaji dan Dwi Rahayu Pitri.

Prima memastikan medali perunggu usai tumbang oleh Elbert Sie di semifinal dengan skor 1-4. Sementara Dwi memastikan perunggu usai tak bisa keluar dari tekanan di semifinal dari pemain Chinese Taipei Cheng Chuling dan menyerah dengan skor 2-4.



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026