BMKG ingatkan tenang sikapi gempa Pesisir Barat

id ilustrasi gempa bumi, bmkg

Ilustrasi gempa bumi (Foto: net)

Bandarlampung  (Antaranews Lampung) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono Dipl Seis MSc minta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya berkaitan gempa bumi di Lampung Barat, Senin dini hari.

Dalam penjelasan diterima di Bandarlampung, Senin, BMKG menjelaskan pada Senin, pukul 02.46.38 WIB, di wilayah Kabupaten Lampung Barat telah diguncang gempa bumi tektonik dengan kekuatan (Magnitude) 5,2 pada skala Richter (SR).

Hasil pemutakhiran analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan (M) 5,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,91 derajat Lintang Selatan (LS) dan 103,31 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 105 km arah barat daya Kota Liwa, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung pada kedalaman 53 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudra Hindia sebelah Barat Sumatera.

Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempa bumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran turun (normal fault).

Guncangan gempa bumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Liwa dalam skala intensitas I-II SIG-BMKG (II-III MMI). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 03.09 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar