Logo Header Antaranews Lampung

Erupsi Gunung Fuego tewaskan 25 otang, ratusan terluka

Senin, 4 Juni 2018 15:36 WIB
Image Print
Erupsi gunung Fuego Guatemala pada 1 Februari 1 2018 (strangesounds.org/)

Kota Guatemala (Antara/Reuters) - Diperkirakan 25 orang, termasuk setidaknya tiga anak, tewas dan hampir 300 orang terluka pada Minggu dalam letusan paling hebat gunung berapi Fuego di Guatemala, demikian menurut pejabat setempat.

"Volcan de Fuego", yang namanya berarti "Gunung Berapi Api", memuntahkan aliran lahar panas merah sepanjang delapan kilometer dan menyemburkan gumpalan tebal asap dan abu hitam yang menghujani ibu kota dan daerah lain.

Mayat-mayat korban yang hangus terbaring di atas sisa-sisa kelabu aliran piroklastik ketika para penyelamat menghampiri korban-korban yang terluka parah setelah terjadinya letusan.

Peristiwa tersebut merupakan letusan kedua gunung api setinggi 3.763 meter pada tahun ini.

"Ini adalah sungai lahar yang meluap dan melanda Desa El Rodeo. Ada orang-orang yang terluka, terbakar dan meninggal," ujar Sergio Cabanas, sekretaris jenderal badan manajemen bencana nasional CONRED di radio.

CONRED mengatakan, jumlah korban tewas telah bertambah menjadi 25, dari perkiraan sebelumnya tujuh orang, termasuk seorang pekerja CONRED. Sekitar 3.100 orang telah dievakuasi dari daerah itu.

Para pejabat mengatakan, korban tewas sejauh ini terkonsentrasi di tiga kota, El Rodeo, Alotenango, dan San Miguel los Lotes.

Operasi penyelamatan dihentikan hingga pukul 05.00 waktu setempat. (18.00 WIB) karena kondisi berbahaya dan cuaca buruk, kata Cecilio Chacaj, juru bicara departemen pemadam kebakaran kota.

Puluhan video muncul di media sosial dan televisi Guatemala menunjukkan tingkat kehancurannya.

Satu video yang diterbitkan oleh gerai berita Telediario, yang dikabarkan diambil di Desa El Rodeo, menunjukkan tiga mayat berserakan di atas sisa-sisa aliran lahar saat penyelamat tiba untuk menyelamatkan seorang lelaki tua yang berlumuran abu dan lumpur dari kepala sampai kaki.

"Sayangnya El Rodeo terkubur dan kami belum bisa mencapai Desa La Libertad karena lahar dan mungkin ada orang yang meninggal di sana juga," kata Cabana.

Penerjemah : Devi/A Ahdiat



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026