Logo Header Antaranews Lampung

Pemprov Gandeng Nestle Remajakan Tanaman Kopi

Jumat, 5 Mei 2017 15:38 WIB
Image Print
Penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), antara PT Nestle Indonesia dengan Pemprov Lampung, di kebun percontohan Nestle di Kabupaten Tanggamus, Kamis (4/5). (ANTARA FOTO/Ardiansyah)

Tanaggamus, Lampung (ANTARA Lampung) - Pemerintah Provinsi Lampung menggandeng PT Nestle Indonesia meremajakan pohon kopi agar mutu dan produktivitas tanaman tersebut meningkat.

"Selain berumur tua, sebagian besar pohon kopi di Lampung masih dibudidayakan secara turun temurun," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Provinsi Lampung, Dessy Desmaniar Romas, di Tanggamus, Kamis (4/5).

Ia menyebutkan, produksi kopi robusta Lampung merupakan yang terbesar di Tanah Air. Namun demikian, produksi yang banyak belum diimbangi dengan kualitas.

Menurutnya, kualitas dapat dihasilkan dari tanaman dan budi daya terbaik. Karena itu, kerja sama dengan PT Nestle sangat penting dan strategis dalam meningkatkan mutu dan penghasilan petani kopi.

Selain itu, lanjutnya, penandatanganan nota kesepahaman yang ditandatangani Debora R Tjandrakusuma, Legal and Corporate Affair Director PT Nestle Indonesia, dan Dessy Desmaniar Romas mewakili Pemprov Lampung berupa kerja sama budi daya kopi robusta berkelanjutan sangat penting.

Ia mengatakan, tanaman kopi Lampung mendapat pengakuan dunia berupa sertifikasi indeks geografis. Pengakuan itu, harus dibarengi mutu yang dihasilkan lewat peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam praktik budi daya.

Kemudian, penanganan tanaman sebelum dan sesudah panen juga sangat penting untuk menghasilan mutu kopi yang baik.

"Poin kerja sama yang penting lainnya adalah peningkatan pengetahuan petani tentang mata rantai pemasaran biji kopi dan membantu petani kopi mendapatkan akses fasilitas pembiayaan dari bank," katanya.

Kerja sama tersebut, lanjutnya, hanya sebagian dari upaya Pemprov Lampung meningkatkan mutu kopi, mengingat Lampung memiliki 160 ribu hektare lahan kopi atau 12,97 persen dari lahan kopi nasional yang mencapai 1,24 juta ha.

"Setiap tahun, produksi biji kopi Lampung sekitar 135 ribu ton dengan 147 ribu kepala keluarga yang bekerja di sektor tersebut. Namun, sebagian besar masih diekspor dalam bentuk biji ke Eropa, Jepang, dan Australia. Kerja sama ini juga ingin agar industri hilir terus meningkatkan produksi agar lebih banyak panen petani terserap," katanya.

Bussiness Executive Officer Coffee PT Nestle Indonesia, Indrasena Patmawidjaja mengatajan PT Nestle Indonesia hadir membina petani kopi di Tanggamus dan Lampung Barat sejak 1994.

Penandatanganan nota kesepakatan tersebut, menurutnya, melengkapi serangkaian program kemitraan strategis di Lampung.

"Kebun percontohan di Tanggamus ini merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia dan jadi percontohan bagi petani kopi dari berbagai sentra kopi Tanah Air, " katanya.

Kemitraan kopi Nestle di Tanggamus dan Lampung Barat menjangkau 20 ribu petani dan lebih dari 18 ribu di antaranya meraih validasi 4C yakni "common code for the coffee community".

"Standar yang disusun 4C Association yang mencakup berbagai aspek pertanian kopi berkekanjutan. Model ini membantu petani kopi meningkatkan kualitas dan produktivitas," jelasnya.

Petani, lanjutnya, mendapat kemudahan akses pasar dan dukungan yang diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Nota kerja sama lain yang ditandangani kedua belah pihak adalah pencantuman logo siger "Lampung The Treasure of Sumatera" pada kemasan kopi Nescafe Classic.

Pencantuman logo siger ini sebagai tanda bahwa 100 persen biji kopi berasal dari Lampung. "Kami berharap logo siger ini makin memperkuat komitmen untuk menghadirkan pengalaman minum kopi terbaik," katanya. (Ant)



Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2026