
Hari Pertama Sekolah

Bandarlampung (Antara Lampung) - Liburan panjang sekolah sudah berlalu, dan murid-murid kini kembali ke sekolah. Momen ini yang paling ditunggu oleh murid baru, juga para orang tuanya.
Suasana sekolah yang aman, sehat dan menyenangkan, serta adanya mutu pendidikan baik yang diiringi dengan terus tumbuhnya budi pekerti di sekolah, tentu menjadi dambaan semua kalangan, terutama para murid dan orang tua.
Hari pertama sekolah menjadi momen yang paling dinantikan oleh murid baru dan orang tuanya. Bahkan banyak orang tua rela mengorbankan waktunya demi mengantar anak-anaknya bersekolah di hari pertama, meski berdampak pada kemacetan arus lalu lintas menuju setiap sekolah.
Masa Orientasi Siswa (MOS) telah dihapus, dan kini ada Gerakan Hari Pertama Sekolah (HPS). Para orang tua kini bukan lagi sekedar mengantar anaknya ke sekolah, tetapi berinteraksi dengan pihak sekolah, terutama para guru. Wajar para orang tua ingin mengetahui lebih proses pembelajaran di sekolah itu.
Masa bersekolah harus menyenangkan untuk mendorong tumbuhnya iklim pembelajaran yang positif. HPS harus menjadi momen interaksi antara orang tua dan guru di sekolah untuk menjamin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan di sekolah tersebut.
Sehubungan itu, imbauan Mendikbud Anies Baswedan kepada instansi pemerintah dan swasta untuk memberikan dispensasi pada karyawannya untuk mengantarkan anak ke sekolah, adalah tindakan yang sangat tepat. HPS menjadi sarana untuk membangun komunikasi, orang tua berkesempatan menjelaskan mengenai hal khusus yang diperhatikan, di sisi lain guru juga berkesempatan untuk menjelaskan mengenai arah pendidikan ke depannya.
Sebagaimana disebutkan Anies, kami juga sependapat bahwa pendidikan merupakan kolaborasi antara pendidik di rumah dan pendidik di sekolah. Kolaborasi keduanya hanya bisa terjadi jika ada komunikasi.
Di Provinsi Lampung, HPS juga diwarnai dengan kehadiran orang tua di sekolah. Bahkan banyak orang tua murid yang mengajukan cuti atau tidak bekerja sementara, agar bisa mengantar anaknya dan berinteraksi dengan pihak sekolah, seperti menanyakan pendidikan dan kegiatan apa saja yang akan didapatkan anaknya di sekolah tersebut.
"Perploncoan" bukan cara tepat untuk mengenalkan sekolah kepada murid baru, sehingga harus ada pengawasan ke semua sekolah agar kegiatan tak mendidik itu jangan sampai terjadi di sekolah. Sekolah adalah tempat menimba ilmu pengetahuan, juga tempat menumbuhkan ketaqwaan, etika dan budi pekerti. Untuk mencapai itu, salah satu caranya adalah terbangunnya komunikasi yang baik, terutama antara murid dan guru, serta guru dengan para orang tua.
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
