Logo Header Antaranews Lampung

Jepang minta ribuan pekerja magang

Senin, 11 Mei 2015 21:45 WIB
Image Print
Untuk tahun pertama peserta pemagang mendapat gaji magang 80.000 yen (Rp8,2 juta) per bulan".

Jakarta (ANTARA Lampung) - Pemerintah Jepang meminta pemerintah Indonesia mengirimkan lebih banyak peserta program magang untuk memenuhi permintaan bidang konstruksi sebagai persiapan penyelenggaraan Olimpiade tahun 2020 dan rekonstruksi akibat kerusakan pascagempa bumi dan tsunami tahun 2011.

"Kita menyetujui permintaan pemerintah Jepang untuk memperbanyak peserta magang ke Jepang di bidang konstruksi dan pembuatan kapal. Kita sepakat bekerja sama dalam program 're-entry' yang juga bisa dimanfaatkan para lulusan pemagangan untuk kembali ke sana," kata Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri usai bertemu Presiden (CEO) IM Japan Kyoei Yanagisawa di Jakarta, Senin.

Program pemagangan ke Jepang itu akan dilaksanakan mulai 1 April 2015 sampai dengan tanggal 31 Maret 2021 dengan mengikuti prosedur resmi yang selama ini telah dilakukan pemerintah kedua negara.

Menaker menyambut baik adanya permintaaan peningkatan peserta magang ke Jepang tersebut karena diyakini mampu meningkatkan kompetensi dan keterampilan kerja serta mempersiapkan wirausaha mandiri lulusannya.

Program kerja magang di Jepang itu merupakan kerja sama Kemnaker (dulu Depnakertrans) dengan IMM (International Manpower Development of Medium and Small Enterprises) Jepang yang dimulai pada tahun 1993 (sekarang disebut IM).

Hanif mengatakan program pemagangan "re-entry" itu dapat diikuti oleh peserta yang telah menyelesaikan program pemagangan selama tiga tahun dan telah pulang ke Tanah Air, namun dikhususkan bagi mantan/lulusan pemagang di bidang kontruksi dan pembuatan kapal.

Program dapat diikuti juga oleh peserta yang belum selesai masa pemagangannya atau masih melaksanakan program tanpa harus pulang dulu ke Tanah Air dengan syarat antara peserta dan perusahaan telah terjadi kesepakatan.

Ia mengatakan pemagangan itu merupakan salah satu langkah konkret dalam mempersiapkan kualitas sumber daya manusia menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 agar siap bersaing secara global.

Pada tahun 2015, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan penempatan peserta magang kerja ke Jepang sebanyak 2.500 orang untuk ditempatkan di sekitar 500 perusahaan yang menyediakan 60 jenis kejuruan kerja.

Selama bekerja magang di Jepang, para peserta magang dilindungi oleh asuransi dan jaminan kesehatan sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan di Jepang.

Selain itu mereka pun mendapatkan penghasilan/gaji secara rutin dengan rincian untuk tahun pertama peserta pemagang mendapat gaji magang 80.000 yen (Rp8,2 juta) per bulan.

Selanjutnya untuk tahun kedua akan mendapatkan gaji magang 90.000 yen (Rp9,2 juta) yen dan tahun ketiga 100.000 yen (Rp10,2 juta) dan setelah lulus program pemagangan akan diberi uang bantuan permodalan.(Ant)



Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026