Logo Header Antaranews Lampung

Harga Beras Di Lampung Timur Masih Tinggi

Selasa, 3 Maret 2015 12:44 WIB
Image Print
Pedagang beras di Pasar tradisionel (antarafoto.com)
Beras IR 64 pedagang menjual kepada konsumen dengan harga Rp11.000/kg, harga masih tinggi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya."

Sukadana, Lampung, (ANTARA Lampung) - Harga beras di Kabupaten Lampung Timur masih bertahan tinggi meski operasi pasar beras sudah digelar di wilayah Lampung.

Pedagang beras di Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur, Selasa, menyebutkan harga kebutuhan pokok tersebut masih bertahan tinggi Rp11.000/kg.

"Beras IR 64 pedagang menjual kepada konsumen dengan harga Rp11.000/kg, harga masih tinggi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Selamet (40) pedagang beras di Pasar Alangalang Kecamatan Labuhan Maringgai.

Menurutnya, pedagang membeli dari penyalur beras dengan harga Rp10.000/kg dan menjualnya kembali kepada pembeli dengan harga Rp11.000/kg.

Sebagai pedagang ia mengaku merasa heran akan kenaikan harga beras yang cukup lama bertahan tinggi meski musim panen akan segera berlangsung.

"Pengalaman saya sebagai pedagang biasanya memasuki musim panen padi antara bulan dua dan tiga harga beras sudah turun tapi sekarang ini masih tetap tinggi," tambahnya.

Meski harga beras tinggi menurutnya, tapi tidak mempengaruhi kenaikan harga kebutuhan pokok lainya.

Wati (35) ibu rumah tangga di Kecamatan Labuhan Maringgai mengeluhkan harga beras yang masih tetap tinggi. "Dua hari yang lalu saya membeli beras jenis IR 64 dengan harga Rp11.000 per kilogram," katanya.

Bagi masyarakat miskin dirinya merasa keberatan akan tingginya harga beras tersebut apalagi kebutuhan rumah tangga lainnya juga telah naik sejak beberapa waktu lalu.

Ia mengharapkan pemerintah segera menstabilkan harga beras tersebut agar beban masyarakat kecil tidak bertambah.

Yusniar (26) ibu rumah tangga di Kecamatan Jabung mengatakan harga beras IR 64 hingga sekarang bertahan tinggi Rp11.000/kg.

Sebelumnya, Perum Bulog Divisi Regional Lampung, pada Rabu (25/2) menggelar operasi pasar (OP) beras di sejumlah titik menyusul tingginya harga beras di daerah itu yang menembus Rp13.000 per kilogram.

"Sebanyak 8.600 ton kami siapkan untuk OP beras hari ini," kata Kepala Perum Bulog Divre Lampung Djoni Nurashari.

Ia mengatakan bahwa operasi pasar itu digelar untuk menstabilkan harga beras yang saat ini bertahan tinggi dan akan berlangsung hingga pertengahan Maret 2015 mendatang atau saat petani memasuki masa panen padi.

Bulog Lampung lanjutnya, menggelar OP di sejumlah titik di daerah itu atas permintaan Pemerintah Provinsi Lampung menyusul keluhan masyarakat akibat tingginya harga beras sejak beberapa pekan terakhir.

Ia menjelaskan harga beras kualitas medium di Lampung rata-rata Rp11.000 hingga Rp13.000/kg. Bulog menyiapkan 30 ton beras tiap hari untuk OP di seluruh wilayah Lampung dengan harga jual Rp7.500/kg.



Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026