
PPP Imbau Tak Ada "Sweeping"

Rencana sweeping yang akan dilakukan oleh Jamaah Ansharusy Syariah terhadap karyawan toko beragama Islam yang menggunakan atribut Natal mengusik kerukunan dan kedamaian umat beragama."
Jakarta (ANTARA Lampung) - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengimbau Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) agar membatalkan rencana melakukan "sweeping" terhadap karyawan toko beragama Islam yang menggunakan atribut Natal.
"Rencana sweeping yang akan dilakukan oleh Jamaah Ansharusy Syariah terhadap karyawan toko beragama Islam yang menggunakan atribut Natal mengusik kerukunan dan kedamaian umat beragama," kata Wakil Sekjen DPP PPP Gugus Joko Waskito di Jakarta, Jumat.
Sebelumnya diberitakan JAS di Kota Mojokerto, Jawa Timur, akan melakukan aksi sweeping itu. Polres Mojokerto sempat menggagalkan aksi 12 orang anggota JAS yang akan membagikan selebaran dan membentangkan spanduk berisi larangan bagi umat Islam mengucapkan selamat Natal dua hari lalu.
"Apa yang dilakukan oleh kawan-kawan JAS di Kota Mojokerto hendaknya segera dihentikan. Mojokerto sebagai pusat peradaban dengan simbol Kerajaan Majapahit sebagai pemersatu Nusantara janganlah dikotori dengan tindakan-tindakan di luar koridor hukum," kata Gugus.
Gugus menegaskan bahwa kebebasan untuk menjalankan ibadah bagi umat beragama dilindungi oleh undang-undang.
"Kalau ada keberatan dari kawan-kawan JAS di Mojokerto, sampaikanlah keberatan tersebut kepada aparatur Pemkot setempat. Tiap kabupaten/kota sudah ada Forum Kerukunan Umat Beragama," katanya.
Gugus meminta kepolisian di Mojokerto untuk menindak tegas siapa pun yang mengusik kedamaian dan keamanan warga menjelang perayaan Natal.
"Jangan sampai hal ini menjadi polemik yang berkepanjangan," kata Gugus.
Ia pun berharap masyarakat tidak terpancing dengan hal-hal yang mengusik kerukunan umat beragama menjelang Natal.
"Semoga toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia tetap terjaga," kata Gugus.
Pewarta : Sigit Pinardi
Editor:
M. Tohamaksun
COPYRIGHT © ANTARA 2026
