
Sekda di Lampung Rakor Bahas Program Unggulan

Bandarlampung (ANTARA Lampung) - Seluruh sekretaris daerah kabupaten dan kota di Provinsi Lampung menghadiri rapat koordinasi membahas program-program unggulan di daerah masing-masing, dipusatkan di Bandarlampung, Kamis (6/11).
Rakor yang diikuti masing-masing sekda beserta unsur satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait dari 16 kabupaten/kota se-Lampung, juga dihadiri oleh Asisten I, Asisten II, dan Asisten III Setdaprov Lampung.
Kegiatan ini diawali dengan ekspose Rancangan Peraturan Gubernur tentang Angkutan Barang Tambang dan Industri Tertentu oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, dilanjutkan dengan arahan Sekdaprov Lampung tentang tata niaga kopi, serta diteruskan dengan menerima masukan dan tanggapan serta diskusi dengan para sekda.
Dalam arahannya Sekdaprov Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, rakor tersebut sebagai upaya mensinkronisasikan kebijakan pemerintah provinsi bersama pemerintah daerahkabupaten/kota se-Lampung.
Pada rakor ini dibahas mengenai tata niaga kopi, infrastruktur jalan, pembatasan tonase angkutan kendaraan, dan penyaluran beras untuk warga miskin (raskin).
"Daerah Lampung merupakan penghasil kopi urutan kedua secara nasional. Karena itu, sudah sepatutnya kita berusaha untuk menjadikan kopi ini sebagai produk unggulan Lampung dan dikenal di dunia. Untuk mewujudkan hal tersebut berbagai langkah akan coba kita bahas di sini terutama memperbaiki tata kelola dan tata niaga kopi," ujar Arinal lagi.
Menurtnya, berbagai upaya yang akan dilakukan dimulai dari peremajaan kopi dengan penyambungan, pengendalian hama penyakit melalui sekolah lapang pengendalian hama terpadu (SLPHT), dan pelatihan petugas mengenai budidaya kopi agar dapat terus dikembangkan.
Sedangkan dalam bidang percepatan infrastruktur jalan baik jalan provinsi maupun kabupaten telah dianggarkan dana dari APBD, dan diharapkan memiliki dampak ekonomi yang lebih baik serta memiliki payung hukum untuk kemajuan daerah Lampung, katanya pula.
Pada kesempatan tersebut juga berlangsung sesi tanya jawab dengan mengungkapkan berbagai permasalahan.
Sekdakab Lampung Barat Nirlan mengungkapkan tata kelola niaga kopi masih menjadi kendala yang tengah dihadapi saat ini, sehingga perlu dibahas secara khusus mengingat kopi merupakan salah satu sektor pendukung pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Barat.
"Selain masalah tata niaga kopi, masalah lain yang tengah dihadapi adalah lahan, investor asing, hingga pembatasan tonase angkutan kendaraan," ujar Nirlan.
Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari Sekdaprov Lampung dan selanjutnya pihaknya akan mengadakan pembahasan lebih lanjut terkait tata niaga kopi dan pembatasan tonase angkutan kendaraan.
Pewarta : Gatot Arifianto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
