Logo Header Antaranews Lampung

Ada Kampung Narkoba di Lampung?

Kamis, 19 Juni 2014 17:52 WIB
Image Print

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Kampung Tegineneng di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung ternyata menjadi tempat penyimpanan narkoba.

Semua ini terungkap setelah Polda Lampung melakukan penggerebekan di tempat tersebut pada Selasa (17/6) dari pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Tim gabungan Polda Lampung melaksanakan razia dalam rangka mengungkap kasus peredaran narkoba di Desa Kejadian Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran, kata Kapolda Lampung Brigjen Heru Winarko, di Bandarlampung, Kamis (19/6).

Dia menjelaskan, razia ini dilakukan dari hasil pengembangan sejumlah tersangka yang sebelumnya telah ditangkap. Hasil pengembangan tersebut, kepolisian melakukaan razia di Kecamatan Tegineneneng Kabupaten Pesawaran dan berhasil mengamankan 10 orang tersangka yang diduga menjadi bandar narkoba.

Sepuluh orang tersangka yang diamankan yakni Suhairi (33), Anton (27), Andika (31), Deni (31), Rangga (27), Rika (26), Een Aprijal (27), Afrijal (29), Amrin (33), dan Haryanto (37).

"Tersangka HR (Haryanto) menjadi pimpinan dari jaringan narkoba yang mempunyai wilayah predaran Bandarlampung, Metro dan Lampung Tengah," kata dia.

Dalam satu bulan, komplotan ini bisa meraup keuntungan Rp200 juta dari 800 gram sabu-sabu yang mereka jual.

Barang bukti yang berhasil di sita dari 10 tersangka yakni, satu senjata api, satu paket sabu-sabu seberat 73,84 gram, dua buah timbangan, 92 butir pil ekstasi, uang tunai Rp131 juta, tiga kartu anjungan tunai mandiri (ATM) beserta dua tabungannya, tiga unit motor dan enam unit kendaraan roda empat yang harganya di atas Rp100 juta.

"Diduga sepeda motor dan mobil hasil dari penjualan narkoba," katanya lagi.

Direktur Direktorat Narkoba Polda Lampung Kombes Edi Swasono mengatakan bahwa Desa Kejadian, Kampung Tegineneng, Kabupaten Pesawaran ini dijadikan tempat singgah narkoba yang akan dikirim ke Pulau Jawa.

"Kampung tersebut sebagai area penyimpanan narkoba dari Aceh yang rencananya akan dikirim ke Pulau Jawa. Jika polisi dianggap lengah, mereka baru mengirim barang," kata dia.

Selama penyimpanan tersebut, katanya lagi, sebagian narkoba tersebut dijual untuk mendapatkan keuntungan lebih.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026