Logo Header Antaranews Lampung

Haduh, Waspadai Kemacetan Jalan Bakauheni-Bandarlampung

Minggu, 1 Juni 2014 15:12 WIB
Image Print

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Bagi para pengguna Jalan Lintas Sumatera dari Kota Bandarlampung menuju Pelabuhan Bakauheni di Kabupaten Lampung Selatan harus bersabar dan mewaspadai kondisi jalan yang sedang dalam perbaikan, sehingga menimbulkan kemacetan panjang.

Perbaikan dan pengecoran di Jalan Lintas Sumatera ruas Kota Bandarlampung-Pelabuhan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung Km 82 hingga Km 87, menimbulkan kemacetan panjang kendaraan dari duah arah pada jalur tersebut.

Pengamatan di ruas Jalinsum, Minggu (1/6), menunjukkan kondisi kemacetan lalu-lintas yang disebabkan oleh penyempitan jalur akibat perbaikan jalan yang sedang dilaksanakan, sehingga kendaraan yang melalui jalan tersebut harus bergantian melewatinya.

Akibat kondisi itu pihak pelaksana pengerjaan proyek beserta aparat kepolisian setempat harus memberlakukan sistem buka tutup pada kedua arah kendaraan, selama kurang lebih satu jam untuk masing-masing arah.

Sistem buka tutup kedua jalur itu mengakibatkan kendaraan dari dan ke Pelabuhan Bakauheni sampai harus mematikan mesin kendaraan untuk menunggu giliran lewat karena berlangsung relatif lama.

Kondisi yang menurut sejumlah pengguna kendaraan di sini, telah berlangsung hampir dua pekan terakhir itu menyebabkan waktu tempuh Pelabuhan Bakauheni-Bandarlampung menjadi lebih lama, hingga mencapai tiga setengah jam. Padahal normalnya tak lebih satu setengah hingga dua jam perjalanan saja.

Perbaikan yang berlangsung berupa pengecoran pada Km 82 hingga Km 86 yang selama ini merupakan titik longsor dan amblas di Jalan Lintas Sumatera Pelabuhan Bakauheni-Bandarlampung.

Diperkirakan, perbaikan akan berlangsung hingga menjelang Lebaran pada Agustus 2014 yang akan datang.

Akibat pemberlakuan sistem buka tutup itu antrean kendaraan setidaknya mencapai lima kilometer dari salah satu arah saat menunggu kendaraan dari arah berlawanan melewati jalur tersebut.

Kondisi yang tidak menguntungkan tersebut dikeluhkan oleh pengendara yang hendak menuju ke dan dari Pelabuhan Bakauheni.

Sejumlah pengemudi kendaraan yang terjebak kemacetan itu harus mengantre dan mematikan kendaraan mereka selama 30 hingga 90 menit, untuk menunggu kendaraan dari arah berlawanan.

Mereka menyesalkan kekurangan informasi bagi pengguna jalan yang hendak melewati jalur tersebut.

"Seharusnya ada informasi pemberitahuan beberapa kilometer sebelum perbaikan, sehingga para pengemudi bisa mengantisipasinya," kata salah satu pengemudi dari Pelabuhan Bakauheni, Umar (44).

Dia juga mengusulkan, selama waktu perbaikan pada jalur tersebut, arus kendaraan diarahkan menjadi satu arah saja, dan kendaraan dari arah sebaliknya dialihkan ke Jalan Lintas Pantai Timur.

"Sebaiknya mulai Kilometer 90 kendaraan dari Pelabuhan Bakauheni memutar di Jalan Lintas Pantai Timur, sehingga jalur ini hanya dapat dilalui untuk kendaraan yang datang dari arah Bandarlampung, sehingga menghindari sistem buka tutup," kata dia pula.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026