
Ekspor Kopi Lampung Turun

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Ekspor biji kopi Lampung pada April 2014 sebesar 16.395 ton senilai 31,209 juta dolar Amerika Serikat, turun dibandingkan periode April 2013 sebesar 24.511 ton senilai 48,7 juta dolar.
Humas Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung Azischan Satib di Bandarlampung, Senin, menyebutkan penurunan ekspor itu akibat musim hujan tahun lalu sehingga bunga bakal kopi banyak yang rontok sehingga panen berkurang.
Penyebab lainnya adalah stok kopi baik di tingkat petani sedikit, kecuali di gudang eksportir kopi, mengingat mereka harus memenuhi kontrak perdagangan.
Sementara sejumlah petani di Kabupaten Waykanan Lampung mengaku cukup senang dengan harga kopi di daerah itu mencapai Rp20.000 - Rp21.000 per kilogram atau mengalami kenaikan dari nilai jual sebelumnya.
"Harga kopi asalan beberapa waktu lalu sekitar Rp17.000 per kilogram, sekarang ada kenaikan kisaran Rp3.000 hingga Rp4.000 setiap kilogramnya," kata Aswar, petani dari Kampung Argomulyo Kecamatan Banjit di Waykanan.
Ia mengatakan bahwa hasil panen kopi di kebun tahun ini sebanding dengan tahun lalu atau stabil.
"Sama dengan tahun lalu, pohon kopi milik saya masih muda, istilahnya masih belajar berbuah, produksinya baru sekitar dua kuintal per hektare," kata dia.
Di Kecamatan Blambangan Umpu yang merupakan ibu kota Kabupaten Waykanan yang dicanangkan sebagai "Bumi Petani", harga kopi asalan relatif sama dengan di beberapa daerah itu, antara Rp20.000 - Rp21.000/kg.
"Saya kira layak harga kopi mengalami kenaikan karena panennya setahun sekali. Harga tersebut cukup sesuai dengan kondisi sekarang di mana sejumlah kebutuhan pokok juga naik," ujar Makmur, petani kopi dari Kecamatan Blambangan Umpu.
Sebagian petani kopi di Waykanan mengaku tidak kesulitan menjual komoditas perkebunan itu dalam betuk asalan. Namun mereka jarang menjualnya dalam bentuk bubuk.
Produksi kopi Lampung mencapai 120.000 ton per tahun dengan luas areal tanaman kopi 163.000 hektare dan sekitar 230.000 kepala keluarga menggantungkan hidupnya di sektor tersebut.
Pewarta : Agus Wira Sukarta
Editor:
Agusta Hidayatullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
