Logo Header Antaranews Lampung

Warga Lampung Diminta Tak Panik

Rabu, 14 Mei 2014 07:21 WIB
Image Print
Sejauh ini kasus MERS terbanyak ditemukan di Arab Saudi (FOTO : worldbulletin.net)

Bandarlampung (Antara Lampung) - Warga Lampung diimbau tenang hadapi merebaknya pemberitaan sindrom pernapasan timur tengah atau "Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus" (MERS CoV), kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana.
"Hal penting yang perlu dilakukan adalah tetap berprilaku hidup sehat dan menjaga daya tahan tubuh dengan memakan makanan yang bergizi," kata dia.
Ia mengatakan bahwa jika tetap berprilaku hidup sehat dan makan makanan bergizi, virus MERS kemungkinan kecil menyerang sehingga masyarakat Lampung tidak perlu panik.
Menurutnya, data pasien rumah sakit di Lampung hingga saat ini belum ditemukan warga yang positif terjangkit MERS.

"Beberapa hari lalu memang sempat dirawat seorang warga yang suspect dengan ciri-ciri seperti terjangkit MERS, namun setelah diperiksa ternyata negatifn," jelasnya.
Penyakit MERS ini ciri-cirinya hampir sama dengan flu burung, hanya saja penyakit ini berasal dari zajirah Arab.
"Terkait hal ini kami akan terus menyosialisasikan serta menggalakan penyuluhan untuk penanganannya," tuturnya.
Ia menjelaskan, meski penyakit MERS cukup menakutkan banyak orang, tetapi pihak Dinkes tidak bisa melarang warga yang hendak beribadah umroh ke Tanah Suci.
Ia mengingatkan kepada jemaah yang hendak beribadah umroh agar meminta vaksinasi Meningitis. Sebab, selama ini ternyata kedapatan jemaah umroh yang hanya meminta kartunya saja, tetapi enggan disuntik vaksin Meningitis.
"Saya berharap jangan lagi ada yang seperti itu, dan kami ingatkan petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk tidak memberikan kartu jika jemaah tersebut tidak divaksinasi. Semua itu demi kepentingan mereka sendiri, bukan kepentingan kami," ujarnya.
Reihana yang juga pelaksana tugas Direktur RSUDAM mengatakan bagi jemaah Lampung yang baru pulang dari Arab Saudi, pemeriksaan pertama dilakukan di Bandara Soekarno Hatta.
Jemaah akan diperiksa suhu tubuhnya, bila melampaui 38 derajat Celsius, maka wajib dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, minimal observasi.
"Masyarakat juga harus peduli dengan dirinya sendiri, kalau mengalami gejala seperti itu, ya semestinya segera memeriksakan diri, agar segera ditangani," imbuhnya.
Sementara terkait penyakit Meningitis seperti yang dialami artis Olga Syahputra, Reihana menjelaskan bahwa Meningitis adalah penyakit radang selaput otak, bukan wabah menular seperti MERS.
Di Lampung memang ditemukan berbagai kasus Meningitis, tetapi tidak terjadi secara masif seperti MERS. "Meningitis ini kan penyakit khusus, kalau jumlah pastinya berapa jumlah warga yang terkena Meningitis saya lupa datanya, tapi jumlahnya kurang dari 10 kasus," tandasnya.
MERS CoV merupakan penyakit sindroma pernapasan yang disebabkan oleh novel corona virus. Gejala yang sering dialami, diantaranya demam, batuk dan sesak napas, bersifat akut, dan biasanya pasien memiliki penyakit ko-morbid (penyerta).
Hingga saat ini kasus MERS CoV telah ditemukan di 14 negara baik di wilayah Timur Tengah, Eropa, Afrika, dan Asia dan belum ada pengobatan spesifik maupun vaksin untuk pencegahan virus korona tersebut.

Redaktur : Hisar Sitanggang



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026