
Pelatih Myanmar Sindir U-19 Indonesia
Kamis, 8 Mei 2014 06:02 WIB

Jakarta (Antara Lampung) - Pelatih Tim Nasional Myanmar U-19, Gerd Friedrich Horst, menyindir lawannya, timnas Indonesia, dengan mengaku kaget tim asuhan Indra Sjafri membutuhkan waktu 45 menit untuk menjebol pertahanan timnya yang dinilai rapuh.
"Saya sebetulnya kaget Indonesia membutuhkan 45 menit lebih untuk mencetak gol, pertahanan kami rapuh di babak pertama karena banyak pemain yang diistirahatkan," kata Horst dalam konferensi pers seusai kemenangan 2-1 atas Timnas U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu.
Myanmar memang tertinggal lebih dulu di penghujung babak pertama setelah sundulan dari Putu Gede Juni Antara.
Akan tetapi mereka berhasil mencuri kemenangan 2-1 lewat gol dari Shien Thura di menit ke-87 dan eksekusi penalti Nanda Kyaw di menit ke-90.
Horst mengaku ia terpaksa mengistirahatkan sejumlah pemain utamanya, mengubah strategi menjadi 4-4-1-1, dan tampil tertekan di sepanjang babak pertama dan paruh awal babak kedua.
"Saya harus mengganti taktik karena 5-6 pemain saya istirahatkan tidak bisa main sejak awal," katanya.
Ia bahkan sempat mengubah formasinya dengan memasukkan satu orang gelandang, Shwe Win Tun, untuk menggantikan penyerang Than Paing di menit ke-21.
Meski demikian, Horst yang mengaku sudah mampu membaca taktik Garuda Jaya menilai pertahanannya berangsur membalik di babak kedua, dan memanfaatkan kelelahan yang melanda lawan untuk memasukkan lebih banyak penyerang di tengah keadaan masih tertinggal 0-1.
"Sebagai pelatih wajar kalau tidak mau kalah, dalam keadaan tertinggal harus memasukkan banyak penyerang," ujarnya.
Ia terhitung memasukkan dua penyerang yang masih segar staminanya, Maung Maung Soe dan Shine Thura, di menit ke-71.
"Kami bertahan cukup baik, menunggu hingga para pemain Indonesia terlihat kelelahan dan segera menurunkan dua penyerang segar," katanya.
Di sisi lain, ia juga memberikan pujian kepada timnas Indonesia atas kegigihan yang telah ditampilkan dalam laga tersebut.
Pewarta : Gilang Galiartha
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
