
Kapal China Masuki Perairan Sengketa

Tokyo (Antara/AFP) - Empat kapal pemerintah China memasuki
perairan sengketa di Laut Asia Timur, yang menjadi pusat pertikaian sengit dengan Tokyo, pada Sabtu, kata penjaga pantai Jepang.
"Kami meminta mereka meninggalkan daerah itu," kata juru bicara penjaga pantai setelah kapal itu berlayar ke perairan di sekitar pulau Senkaku -yang dikenal di Cina dengan nama pulau Diaoyu- tak lama setelah pukul 09.00 waktu setempat.
Kapal itu termasuk di antara lima kapal yang telah berlayar keluar dan masuk zona sengketa sejak pekan lalu.
Utusan Kementerian Luar Negeri Jepang memanggil perwakilan Beijing pada Kamis setelah kapal itu menghabiskan lebih dari satu hari di perairan teritorial Jepang, yang merupakan instrusi terlama mereka sejak sengketa lama itu meletus lagi tahun lalu.
Gugus pulau itu dianggap sebagai titik api potensial yang ditakutkan beberapa pengamat dapat menyebabkan konflik bersenjata antara kedua negara.
Kepulauan Laut China Timur terletak di daerah perikanan yang kaya dan diyakini mengandung sumber daya alam yang besar di dasar lautnya.
Sengketa lama itu berkobar kembali setelah Jepang menasionalisasi sejumlah kasus sengketa pada bulan September, memicu pertikaian diplomatik dan kerusuhan di seluruh China.
Aksi boikot Cina pada merek Jepang segera meluas. Kasus itu juga membekukan hubungan antara dua raksasa Asia itu.
Penerjemah: G.N.C.Aryani/B.Soekapdjo.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
