Logo Header Antaranews Lampung

Minggu, Puncak Arus Balik Jalinteng Waykanan ?

Sabtu, 10 Agustus 2013 12:22 WIB
Image Print
Pemudik mendapatkan pelayanan kesehatan gratis oleh petugas kesehatan di Pos Pelayanan Gunung Labuhan, Waykanan, Lampung, Jumat, (9/8). Foto Antara Lampung/Bripka Cucu Ahyani Sutarsa, Kepala Unit Pengamanan Objek Vital Polres Waykanan, Bripka Cucu A

Waykanan (Antara Lampung) - Kepolisian Resor Waykanan Polda Lampung memperkirakan puncak arus balik pemudik melewati Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera di daerah itu berlangsung pada Minggu (11/8).

"Kondisi jalan saat ini masih lengang, mungkin sore nanti ada peningkatan. Kalau puncak arus balik kita prediksi besok," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Waykanan AKP Rully Thomas, di Blambangan Umpu, Sabtu.

Meski lengang, sejumlah anggota polisi, Pramuka dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi setempat tetap berjaga, seperti di pos-pos pelayanan dan pengamanan yang didirikan di sejumlah titik.

Pos Pelayanan (Posyan) didirikan di rest area Waykanan, di Kecamatan Gununglabuhan yang berbatasan dengan Kabupaten Lampung Utara. Lalu Pos Pengamanan (Pospam) di Kampung Banjaragung Kecamatan Baradatu, lalu di Kampung Gunungkatun dan Giham Kecamatan Blambanganumpu.

Guna menunjang kenyamanan pemudik dan pengemudi kendaraan yang ingin kembali bekerja ke tempat semula mencari nafkah setelah berlebaran bersama keluarga di kampung halaman, sejumlah fasilitas disiapkan di sejumlah pos itu.

Seperti adanya ruang istirahat termasuk ruang khusus ibu menyusui. Pelayanan kesehatan juga diberikan gratis, begitu pula pelayanan ambulance, diberikan cuma-cuma.

Jalinteng) Sumatera memiliki panjang 78 km, dari Kecamatan Gununglabuhan hingga Waytuba yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Provinsi Sumatera Selatan.

Pengamanan "Operasi Ketupat Krakatau dan Pengendalian Angkutan Barang 2013" untuk mendukung keamanan dan kenyamanan pemudik dan warga berlebaran tahun ini, berlangsung selama 16 hari mulai Kamis (1/8) hingga Jumat (16/8).



Pewarta :
Editor: Gatot Arifianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026