Logo Header Antaranews Lampung

Buruh Lampung Tolak Kenaikan Tarif PBB

Rabu, 1 Mei 2013 14:40 WIB
Image Print
Ratusan buruh di Bandarlampung menggelar unjuk rasa di Tugu Adipura, Rabu, untuk memperingati Hari Buruh Sedunia. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang) (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung, (Antara Lampung) - Ribuan buruh di Lampung dalam aksi memperingati Hari Buruh Sedunia menyatakan penolakan mereka atas kenaikan tarif pajak bumi dan bangunan, maupun harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Kaum buruh tidak mampu hidup hanya dengan upah di bawah upah minimum provinsi, sementara kebutuhan mendasar seperti BBM dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) naik," kata Humas Gerakan Rakyat Lampung (GRL) Deni Kurniawan, di Bandarlampung, Rabu.

Dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung di Tugu Adipura Bandarlampung tersebut, para pengunjukrasa yang tergabung dalam serikat pekerja, seperti FSBL dan SBI bergantian menyuarakan tuntutan mereka.

"Pemerintah selalu tunduk dengan intervensi asing, negeri kita melimpah sumber daya minyak, mengapa kita harus merongrong rakyat dengan menaikkan kebutuhan bahan pokok," katanya.

Harga BBM akan naik sementara kenaikan UMP tidak sebanding dengan kenaikan kebutuhan bahan pokok lainnya seperti BBM, tarif dasar listrik bahkan kenaikan PBB yang berlaku di Kota Bandarlampung.

"Apakah rakyat bisa memenuhi kebutuhan pokoknya sendiri jika demikian, sementara anak-anak harus sekolah dan harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang layak," katanya.

Kondisi tersebut yang membuat kaum buruh terus memperjuangkan hak-haknya.

Pada peringatan hari buruh, ratusan buruh di Lampung berjalan kaki menuju Kantor Pemerintahan Provinsi Lampung.

Selain mempertanyakan tentang rencana kebijakan kenaikan BBM, buruh juga menuntut adanya kenaikan upah yang layak dan menuntut penghapusan sistem kontrak yang selama ini terus mereka alami.*



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026