Logo Header Antaranews Lampung

Pasokan Solar Belum Lancar

Jumat, 30 November 2012 08:32 WIB
Image Print
Antrean truk di SPBU Jalinsum Bandarlampung (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Pasokan premium ke berbagai stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Bandarlampung cenderung lancar, sedang pasokan solar bersubsidi masih agak tersendat.

Menurut sejumlah petugas SPBU di Bandarlampung, Jumat, pengiriman solar dari Pertamina masih belum lancar sehingga bahan bakar jenis itu kerap habis.

Padahal, PT Pertamina wilayah Sumatera Bagian Selatan sebelumnya telah menyatakan penyaluran bahan bakar itu sudah normal, sehingga masyarakat tidak perlu panik menghadapinya.

"Sebelumnya, pengiriman solar bisa tiga kali dalam sehari, sekarang umumnya sekali dalam tiga hari. Volume solar yang dikirim juga berkurang, paling yang dikirim 10 ribu sampai 15 ribu liter untuk sekali pengiriman," kata Mery, salah satu petugas SPBU di Bandarlampung.

Sehubungan pasokan solar masih terbatas, ia menyebutkan stok solar di SPBU itu selalu habis terjual dalam setengah hari setelah pasokan solar tiba.

Namun, kata dia lagi, pengiriman premium tetap lancar, sehingga warga setempat membelinya hanya secukupnya saja.

"Antrean panjang mobil untuk mengisi premium belum terjadi, kecuali antrean motor. Pengiriman premium juga lancar sehingga tidak ada kepanikan di kalangan pengendara," paparnya.

Di SPBU lainnya, seperti di kawasan Jalinsum Sukarame Bandarlampung, kendaraan yang mengantre umumnya adalah truk barang, sedang yang mengantre premium umumnya pengendara motor.

Di Kabupaten Lampung Timur, kelangkaan solar juga terjadi. Di sejumlah SPBU seperti di Kecamatan Sukadana dan Perempatan Pugung Kecamatan Sekampungudik, dalam beberapa hari terkahir selalu terpasang plang yang bertuliskan "solar habis".

Antrean panjang pembeli solar juga banyak terlihat di SPBU Kecamatan Labuhanratu Kabupaten Lampung Timur.

Pasokan solar bersubsidi di Wilayah Lampung diduga banyak yang bocor ke sektor usaha perkebunan dan pertambangan, karena PT Pertamina sebenarnya telah menambahkan pasokan solar dari 1.400 kiloliter menjadi 1.550 kiloliter per hari. Kebutuhan normal Lampung akan solar dalam sehari adalah 1.400 kl.

Disparitas harga solar bersubsidi dan nonsubsidi saatnya terlalu besar, sehingga solar bersubsidi itu yang selalu diincar para pelaku usaha. Harga solar nonsubsidi sekarang mencapai Rp10.800/liter, sedang harga solar nonsubsidi hanya Rp4.500/liter.



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026