
Diduga Lebih Banyak Anggota Dinas Rahasia AS Dipecat

Setidaknya mereka mendapat teguran dan sanksi administratif. Yang terburuk adalah pemecatan. Itu keputusan yang diambil usai penyelidikan."
Washington (ANTARA/Reuters) - Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) berharap ada anggota Dinas Rahasia yang dipecat lagi, setelah sebelumnya tiga anggota diberhentikan, terkait dugaan pelacuran yang dilakukan pasukan pengamanan presiden (paspampres) AS itu di Kolombia.
Anggota parlemen Darrell Issa dan Elijah Cummings, Kamis (19/4), memperkirakan akan ada lagi anggota paspampres yang gugur karena skandal tersebut.
Sejumlah anggota Dinas Rahasia dan militer AS diduga melakukan pesta malam hari di kota pesisir Cartagena, pada pekan lalu, ketika mempersiapkan kedatangan Presiden Barack Obama dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Amerika.
Peristiwa itu mempermalukan AS dan membayangi keikutsertaan Presiden Obama dalam KTT itu. kejadian itu bisa jadi skandal terburuk bagi pasukan petugas pengamanan presiden serta pejabat dan tokoh senior AS.
Sebanyak 11 anggota Dinas Rahasia dan 10 personil militer AS diduga membawa 21 perempuan ke hotel dekat pantai tempat mereka menginap. Mereka ketahuan ketika salah satu perempuan tersebut mengeluhkan bayarannya, sehingga polisi setempat ikut turun tangan.
Dinas Rahasia AS, Rabu (18/4), menyatakan terkait akan skandal itu salah seorang pengawas diijinkan pensiun, satu lagi diberhentikan dengan alasan, serta yang ketiga mengundurkan diri.
Sementara delapan anggota yang sedang diperiksa kemungkinan akan dipecat, kata Issa, Kamis (19/4).
"Setidaknya mereka mendapat teguran dan sanksi administratif. Yang terburuk adalah pemecatan. Itu keputusan yang diambil usai penyelidikan," kata Issa, ketua fraksi Partai Republik komisi Pengawasan dan Reformasi Pemerintah.
"Jika dalam beberapa hari ke depan akan ada pemecatan atau pengunduran diri, hal itu tidak mengejutkan," kata Cummings, anggota parlemen dari Partai Demokrat. Cummings dan Issa telah mendapat penjelasan dari Direktur Dinas Rahasia Mark Sullivan.
Sementara kandidat ketua Partai Republik Mitt Romney, yang mendapat pengamanan Dinas Rahasia, mengecam perbuatan memalukan tersebut dengan mengatakan bahwa dia akan membersihkan keadaan di parlemen. Tapi dia menyatakan kepercayaannya kepada Mark Sullivan.
"Yang harus dilakukan adalah menyingkirkan orang-orang yang telah merusak kepercayaan publik dengan melakukan perbuatan bagi kesenangan mereka di atas kepentingan bangsa," kata Romney.
Pejabat resmi Dinas Rahasia tidak menduga ada pengumuman pemecatan pada Kamis (19/4).
"Kami masih ada delapan anggota lagi yang diperiksa," kata salah seorang pejabat Dinas Rahasia.
Tiga anggota Dinas Rahasia telah diberhentikan dari pekerjaan itu, Rabu (18/4), termasuk dua pengawas berpangkat GS-14 (General Schedule 14), tingkat pertama manajemen di skala pekerja pemerintah federal AS. Gaji kedua pengawas itu mencapai 80.000 dolar AS (Rp733,6 juta) per tahun, ditambah bonus dan uang makan harian.
Kedelapan anggota yang masih diperiksa masih cuti secara administratif dengan izin keamanan mereka ditangguhkan. Mereka juga akan diperiksa menggunakan alat pendeteksi kebohongan tentang peristiwa di Kolombia.
Penyelidikan Kongres
Issa mengatakan bahwa mereka yang pura-pura tidak bersalah adalah orang yang akan melalui porses verifikasi tentang kisah itu. Sementara senat dari Partai Republik Peter King mengatakan bahwa beberapa anggota Dinas Rahasia itu mengaku tidak tahu bahwa perempuan yang diajak ke hotel tersebut adalah pekerja seks komersial (PSK).
Pasukan militer AS sedang melakukan penyelidikan terkait peristiwa yang terjadi pada Rabu malam (11/4) hingga Kamis pagi (12/4), sementara Obama dijadwalkan tiba pada Jumat (13/4).
Sedikitnya empat anggota Kongres mencari tahu apa yang terjadi di Cartagena, namun belum ada satu pun yang membawa masalah tersebut ke rapat dengar pendapat.
Partai Demokrat menyatakan sangat malu akan peristiwa itu. Pemimpin Senat Harry Reid mengatakan perilaku itu bodoh dan ketua fraksi Partai Demokrat di DPR, Nancy Pelosi, menyebut insiden itu sebagai aib.
Issa mengatakan salah satu kekhawatiran yang belum dihilangkan adalah tentang adanya pihak luar yang mengetahui tentang informasi sensitif, seperti jadwal Presiden Obama yang dimiliki anggota Dinas Rahasia.
Para anggota agen yang terlibat dalam skandal itu telah tiba di Cartagena dengan pesawat yang membawa sejumlah kendaraan kepresidenan, kata sumber dari pemerintah AS.
Juru Bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan, Kamis (19/4), bahwa Presiden Obama masih menaruh kepercayaan kepada Mark Sullivan. Ada dukungan bagi Mark Sullivan di Capitol Hill karena dia bereaksi cepat dengan membawa para anggota paspampres tersebut ke AS segera setelah kabar skandal itu mencuat.
"Menurut saya, jika seseorang tahu apa yang akan terjadi untuk memperbaiki keadaan, dia harus tinggal dan melakukan sesuatu," kata Issa menyinggung Mark Sullivan.
"Apakah kita punya indikasi bahwa kejadian itu sudah diketahui sebelumnya oleh Sullivan?" lanjut Issa. (ANTARA).
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
