Logo Header Antaranews Lampung

Pasokan BBM Tersendat

Sabtu, 14 April 2012 11:39 WIB
Image Print
Pembelian BBM menggunakan jeriken makin marak di jalan lintas barat Lampung. (FOTO ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Waykanan (ANTARA LAMPUNG) - Pasokan bahan bakar minyak di sebagian stasiun pengisian bahan bakar umum di Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung tersendat sementara harga jual bensin di tingkat pengecer cukup tinggi mencapai Rp9.000/liter.

"SPBU di Bumiratu di Kampung Sidoarjo, Kecamatan Blambangan Umpu telah memasang pengumuman premium habis, padhal baru pukul 09.00 WIB," kata warga kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu, Chandra Yuking, di Waykanan yang berada sekitar 220 km utara Kota Bandarlampung, Sabtu.

Harga di pengecer lanjut dia, di sejumlah kampung di daerah yang memiliki waktu tempuh sekitar 2,5 jam dari beberapa SPBU di Waykanan itu masih cukup tinggi.

"Harga bensin eceran bertahan tinggi sejak Maret. Harganya tidak menentu dan berbeda, namun yang tertinggi Rp9.000/liter," kata dia.

Ia meminta, pemerintah dan Pertamina untuk megtasai permasalahan kelangkaan BBM di Kabupaten Waykanan.

Selain itu kata dia, petugas juga dapat menindak pelaku penyelewengan BBM yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu.

Sementara berdasarkan pemantauan, menunjukkan harga bensin di daerah Blambanganumpu juga bervariatif, berkisar antara dari Rp6 ribu hingga Rp7 ribu/liter.

Sejumlah warga daerah itu menduga kelangkaan dan mahalnya harga BBM di sejumlah pengecer terjadi akibat oknum tidak bertanggungjawab yang melakukan pengecoran BBM bersubsidi untuk kepentingan pribadi.

Karena itu, ia mengharapkan pemerintah bisa mengatasi masalah itu dan menetapkan harga eceran tertinggi (HET) BBM di tingkat pengecer untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Selain itu, fungsi aparatur keamanan dalam mengatasi permasalahan tersebut juga diharapkan berjalan optimal



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026