
Harga Gula Mulai Naik

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG)- Harga gula pasir di Bandarlampung sejak pekan lalu mulai naik, namun pasokan dan permintaan atas bahan pemanis itu tetap stabil.
Menurut sejumlah pengunjung Pasar Sukarame Bandarlampung, Rabu, harga gula pasir curah itu di pasar tersebut kini mencapai Rp11.000/kg, padahal bulan lalu harganya hanya berkusar Rp9.500- Rp10.000/kg.
"Harga gula pasir memang naik sebagaimana halnya harga bahan pokok lainnya, namun pasokannya tetap stabil," kata Lusia, salah satu pengunjung pasar
Ia menyebutkan gula yang dijual di pasar itu umumnya gula curah, sedang gula dalam kemasan biasanya dijual di pasar-pasar modern.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar modern di Bandarlampung, harga gula curah kini mencapai Rp10.750/kg dan gula kemasan berkisar Rp11.900- Rp12.500/kg.
Di pasar modern Chandra harga gula pasir kemasan mencapai Rp12.500/kg, sedang di mal lainnya sebesar Rp11.900/kg.
Sementara itu, pasokan gula ke Bandarlampung tetap lancar, karena daerah itu termasuk pemasok gula utama nasional. Kondisi cuaca hujan di Lampung belum berpengaruh terhadap pengiriman pasokan gula ke daerah itu.
Lampung merupakan pemasok utama gula nasional dan hampir 40 persen gula nasional dipasok dari ampung.
Di Lampung terdapat pabrik gula yang dikelola PTPN VII, PT GMP, PT Gula Putih Mataram (GPM) dan Sugar Group. Kapasitas produksi terbanyak berada di Sugar Group.
Kebutuhan gula putih di Lampung mencapai 10.000 ton/bulan, sementara produksi gula di daerah itu mencapai 800.000 ton/tahun.
Harga gula diperkirakan berpeluang naik lagi sehubungan rencana kenaikan BBM dan adanya usulan Dewan Gula Indonesia (DGI) pada pertengahan Februari lalu agar Harga Patokan Petani (HPP) gula 2012 sebesar Rp8.750/kg.
HPP gula yang diusulkan DGI untuk 2012 tersebut meningkat dibandingkan harga patokan petani tahun lalu yang ditetapkan sebesar Rp7.000/kg.
Kebutuhan gula Indonesia pertahun mencapai 240.000 ton. Ketersediaan gula kristal putih hingga 31 Mei 2012 diperkirakan 598.932 ton, namun kebutuhan selama triwulan I (Februari-Mei) sebanyak 860.000 ton atau terjadi kekurangan 261.068 ton.
Pewarta :
Editor:
Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
