
FIFA Minta Maaf Kepada Brazil

"Baik sebagai ketua FIFA mau pun sebagai pribadi, saya menyatakan minta maaf -- kepada Pemerintah Brazil dan Presiden Dilma Rousseff-- yang merasa kehormatan dan kebanggaan mereka terusik."
Brasilia, 7/3 (ANTARA/AFP) - Badan sepak bola dunia FIFA menyampaikan permintaan maaf kepada Brazil, Selasa, atas terjadinya kritikan tajam mereka kepada negara itu menyangkut persiapan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2014.
Sekjen FIFA Jerome Valcke menimbulkan masalah kontroversial itu Jumat, ketika ia menyatakan panitia penyelenggara Piala Dunia di Brazil butuh "tendangan di punggung" untuk menyelesaikan pembangunan sarana dan prasarana Piala Dunia.
Komentar itu memicu tanggapan tajam dari Brazil, ketika Menteri Olahraga Aldo Rebelo mengatakan bahwa Valcke tidak akan diakui mereka lagi sebagai juru bicara FIFA.
Pada Selasa, Ketua FIFA Sepp Blatter berusaha menenangkan pertikaian itu, dengan menawarkan permintaan maaf atas komentar Valcke itu kepada Brazil -- kekuatan dominan di Amerika Selatan dan kini menjadi negara keenam terbesar dari sisi ekonomi.
"Baik sebagai ketua FIFA mau pun sebagai pribadi, saya menyatakan minta maaf -- kepada Pemerintah Brazil dan Presiden Dilma Rousseff-- yang merasa kehormatan dan kebanggaan mereka terusik," katanya dalam surat yang dilayangkan kepada Rebelo.
"Kami memiliki tujuan umum -- pengorganisasian Piala Dunia di negara sepak bola, di negara sang juara," katanya.
"Brazil pantas menjadi tuan rumah Piala Dunia dan semua mata dunia menunggu untuk menyaksikannya," katanya.
Blatter juga menyatakan ia ingin bertemu dengan Rousseff dan Rebelo "secepat mungkin, sebaiknya minggu depan" untuk mendinginkan pertikaian itu.
FIFA dalam beberapa bulan ini menyatakan amat memperhatikan berbagai persiapan di negara itu, mulai dari renovasi konstruksi stadion hingga berbagai proyek infrastruktur -- sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 1950.
Sebelumnya, Valcke secara pribadi sudah menyatakan minta maaf dengan mengirim surat kepada Rebelo, dengan mengatakan ia "amat menyesal karena mengeluarkan kata-kata yang diterjemahkan tidak benar" sehingga komentarnya itu menimbulkan kemarahan di negara tuan rumah Piala Dunia itu.
"Saya menyatakan minta maaf kepada setiap orang yang tersinggung dengan pernyataan saya itu," kata Valcke --yang berkebangsaan Prancis.
Ia menjelaskan dalam bahasa Prancis, frasa "se donner un coup de pied aux fesses" (menendang punggung seseorang) hanya berarti membuat jarak." Terjemahannya ke dalam bahas Portugal menggunakan ekspresi keras, katanya.
"Saya tidak mengerti mengapa segala sesuatu tidak berjalan semestinya. Stadion tidak dikerjakan sesuai jadwal dan mengapa segala sesuatunya berjalan begitu lamban?," kata Valcke, Jumat.
Bir dan pembangunan
Pada Selasa, panel legislatif di negara itu juga setuju dengan permintaan FIFA sejak 2007, agar menarik larangan menjual bir di sekitar stadion selama Piala Dunia, seperti diungkapkan sumber dari kalangan legislatif.
Tapi pengangkatan aturan itu harus diakui oleh kedua badan Kongres sebelum ditandatangani Rousseff.
Penjualan minuman beralkohol di arena pertandingan olahraga dilarang di Brazil sejak 2003, tetapi larangan itu mendapat pengecualian di Piala Dunia mendatang, dengan membolehkan menjual bir dalam plastik.
FIFA sudah mengadakan ikatan kesepahaman dengan sponsor mereka, bir dari Amerika, Anheuser-Busch, Budweiser, bahwa penjualan di sekitar tempat pertandingan tidak dilarang.
Permintaan FIFA juga, pemerintah harus menyediakan 300.000 tiket harga murah untuk pelajar dan kalangan bawah yang mendapat program bantuan dari pemerintah.
Seorang petinggi senior FIFA yang berkunjung ke Brazil menyatakan Selasa, tidak ada kekhawatiran bahwa pembukaan Piala Dunia 2014 tetap akan diadakan sesuai rencana, di Stadion Corinthinas di Sao Paulo, yang saat ini sedang direnovasi.
"Kami tidak khawatir, bahwa pembukaan Piala Dunia akan diadakan sesuai rencana di Stadion Corinthians," kata Fulvio Danilas, manajer umum FIFA, kepada wartawan.
Danilas adalah seorang dari 40 tenaga ahli dari FIFA dan Komite Penyelenggara Lokal (LOC) yang memulai tur pada enam dari 12 kota penyelenggara Piala Dunia, Sao Paulo, Porto Alegre, Curitiba, Cuiaba, Manaus dan Natal.
Sao Paulo merupakan kota pertama yang akan ditinjau dan di Corinthians sedang diperbaiki 65.000 tempat dudul mulai Mei setelah tertunda selama setahun, padahal harus selesai akhir tahun ini.
Tim itu menggunakan helm putih saat melakukan tur ke stadion dengan proyek 463 juta dolar itu, yang dikerjakan badan konstruksi dan teknik raksasa Brazil, Odebrecht.
"Pekerjaan baru 29 persen," kata Frederico Barbosa, manajer opersaional Odebrechtm kepada AFP.
"Fondasi sudah diletakkan. Struktur luar sedang dilakukan. Semuanya berlangsung sesuai rencana," katanya. (ANTARA).
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
