Logo Header Antaranews Lampung

Truk Di Lintas Timur Bawa BBM Cadangan

Rabu, 22 Februari 2012 12:16 WIB
Image Print
Kita biasanya harus membawa BBM cadangan dimasukkan dalam jerigen"

Bandarlampung, (ANTARA LAMPUNG) - Para pengemudi truk barang di jalan lintas timur Sumatera umumnya membawa persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) solar cadangan guna untuk mengantisipasi kelangkaan BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Sejumlah pengemudi truk angkutan barang di jalan lintas timur Sumatera mengatakan, BBM berupa solar cadangan itu dibawa dalam jerigen dan dibeli sebelum melakukan perjalanan jauh.

"Kita biasanya harus membawa BBM cadangan dimasukkan dalam jerigen. Bila isi tangki mulai berkurang dan ada SPBU yang tersedia BBM tetap membeli, sehingga cadangan hanya dipakai dalam keadaan darurat," kata supir truk angkutan barang jurusan Lampung-Jambi, Rasiman (55).

Dia menjelaskan, hampir setiap satu kali seminggu dia melakukan perjalanan untuk antar-jemput barang dari Provinsi Lampung ke Jambi (PP).

Namun, katanya lebih lanjut, belakangan ini sering terjadi kelangkaan BBM di sejumlah SPBU lintas timur Sumatera itu, sehingga awak kendaraan harus pandai-pandai mengantisipasinya agar perjalanan tidak terganggu.

Kelangkaan BBM itu memang belum begitu terasa kalau masih di sekitar dalam atau sekitar kota yang dilalui jalan lintas seperti di wilayah Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Tengah.

"Namun, kalau sudah masuk wilayah Kabupaten Tulangbawang, Mesuji, Lampung sudah mulai susah. Sedangkan di Sumsel, biasanya kelangkaan terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Kabupaten Banyasin, dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba)," katanya.

Rasiman menambahkan, jika BBM di SPBU habis, biasanya masih bisa membeli di penjual eceran, namun harganya melambung jauh di atas harga di SPBU.

"Bensin atau premium di SPBU harganya hanya Rp4.500/liter, tapi kalau di pedagang pengecer paling rendah bisa Rp6.500 sampai Rp7.000/liter," kata pengemudi truk jenis Fuso itu. (ANT)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026