
Angka Putus Sekolah Di Waykanan Turun

Waykanan (ANTARA LAMPUNG) - Bupati Waykanan Bustami Zainudin mengatakan angka putus sekolah di daerahnya mengalami penurunan seiring dengan digencarkannya pendidikan gratis di kabupaten tersebut.
"Di tahun 2010, angka pelajar SD yang putus sekolah tercatat 0,25 persen, adapun saat ini bisa ditekan menjadi 0,20 persen, lalu pelajar SMP dari 0,40 persen menjadi 0,37 persen, kemudian pelajar SMA/SMK dari 0,32 menjadi 0,29 persen," kata dia, di Blambanganumpu yang berada sekitar 200 km sebelah utara Kota Bandarlampung, Rabu.
Pemerintah Kabupaten Waykanan, kata dia melanjutkan, menerapkan wajib belajar 12 tahun gratis dalam upaya meningkatkan angka partisipasi kasar (APK) SMA/SMK dengan memberikan bantuan operasional sekolah yang bersumber pada APBD setempat.
"Pemerintah Kabupaten Waykanan berupaya meningkatkan perluasan dan pemerataan akses pendidikan, antara lain dengan pembinaan terhadap peningkatan mutu dan perluasan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam upaya meningkatkan APK PAUD menjadi 65 persen," katanya.
Kemudian, kata Bupati menambahkan, memberikan beasiswa untuk siswa berprestasi sebanyak 42 orang siswa SD, 42 orang siswa SMP, 3 orang siswa SMA dan 3 orang siswa SMK.
Pewarta :
Editor:
Gatot Arifianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
