
Pelatih Mourinho Diskors Dua Pertandingan

Madrid (ANTARA/AFP) - Pelatih Real Madrid Jose Mourinho akan dikenai larangan dua pertandingan karena menekan mata asisten pelatih Barcelona dengan jarinya, demikian kata federasi sepak bola Spanyol, Rabu.
Asisten pelatih Barcelona Tito Vilanova diskors satu pertandingan karena menanggapi Mourinho dengan menampar dia saat terjadi keributan massal pada saat-saat akhir pertandingan Piala Super, ketika Real Madrid kalah dari Barcelona 17 Agustus lalu, kata federasi.
Kedua pria tersebut juga dikenai denda masing-masing 600 euro (793 dolar AS), yang akan dibayar oleh klub mereka. kedua klub juga masing-masing didenda 90 euro atas insiden tersebut.
Permusuhan antara kedua klub mendidih pada akhir pertandingan mereka di Nou Camp, yang dimenangi Barcelona 3-2, yang memberi mereka kemenangan agregat 5-4 dan trofi Piala Super.
Ketika para pemain berselisih di lapangan, tayangan televisi menunjukkan Mourinho berjalan menuju asisten Pep Guardiola Vilanova dan mencolok matanya.
Pertengkaran terjadi ketika kedua bangku cadangan bersih karena pemain masuk ke lapangan menyusul tantangan pemain belakang Real asal Brazil Marcelo terhadap Cesc Fabregas menjelang "injury time".
Marcelo dan rekan setimnya Mesut Oezil serta striker Barcelona David Villa semuanya mendapat kartu merah dan dilarang main satu pertandingan.
Mourinho belakangan mengeluarkan surat permintaan maaf atas sikapnya kepada fans Madrid tetapi tidak kepada yang lainnya.
"Saya ingin meminta maaf kepada Madridistas, dan hanya kepada mereka, atas sikap saya pada pertandingan kami. Sejumlah orang beradaptasi lebih baik dengan kemunafikan dalam sepak bola dibanding saya, dan mereka menyembunykan wajah mereka dan berbicara dengan berbisik-bisik di terowongan," katanya.
"Saya tidak belajar untuk menjadi orang munafik, dan saya tidak ingin."
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
