Logo Header Antaranews Lampung

PLTP Lampung Selatan Beroperasi Tahun 2015

Rabu, 13 Juli 2011 10:31 WIB
Image Print
LISTRIK PRABAYAR (ANTARA/Hisar Sitanggang)
Hasil pemanfaat energi ini nantinya akan dijual kembali kepada PLN sebagai pembeli tunggal

Kalianda (ANTARA LAMPUNG) - Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Kabupaten Lampung Selatan direncanakan beroperasi pada 2015 dengan kapasitas 220 megawatt.

Sekretaris Kabupaten Lampung Selatan Sutono di Kalianda, Rabu, mengatakan potensi panas bumi (geotermal) di Gunung Rajabasa tersebut akan dikelola oleh PT Supreme Energy Rajabasa.

Menurutnya, pemanfaatan potensi energi panas bumi ini akan dapat menghasilkan listrik setara dengan pembangkit listrik di Tarahan sehingga dapat menambah pasokan listrik di Lampung.

Ia mengatakan, pemerintah saat ini mulai melakukan berbagai penelitian untuk mengeksplorasinya dan akan didesain seperti PT Chevron Energy di Kabupaten Garut karena lokasi tersebut menjadi acuan selama ini.

"Hasil pemanfaat energi ini nantinya akan dijual kembali kepada PLN sebagai pembeli tunggal," katanya.

Ia menambahkan, pemerintah akan mengawasi pemanfaatan energi panas bumi tersebut, sedangkan perusahaan pengelola akan memberikan laporan rutin.

Selain itu, kata dia, pemanfaat energi panas bumi tersebut akan memberikan kontribusi kepada daerah berdasarkan perhitungan bagi hasil pengelolaan dalam jangka waktu tertentu.

"Secara teknis perusahaan akan mengebor sebanyak 12 titik untuk mendapatkan energi panas bumi, dan diprediksikan akan menghabiskan dana minimal Rp80 miliar hingga berproduksi," katanya.

Rencananya perusahaan akan mempercepat penggarapan sumber energi tersebut sehingga dapat dimanfaatkan sebagai penghasil energi listrik.

Ia mengatakan, pembangkit listrik tenaga panas bumi memiliki beberapa kelebihan karena menggunakan bahan baku terbarukan atau uap yang dihasilkan akan diolah kembali tanpa menimbulkan limbah yang berdampak pada lingkungan.

"Operasional panas bumi bersih dan ramah lingkungan karena tidak ada pembakaran sehingga tidak mempengaruhi emisi udara dan sumber air di sekitarnya," katanya. (Ant)



Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2026