Bandarlampung, Lampung (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung mencatat pelayanan kelistrikan bagi 4.715 pelanggan sektor pertanian dalam upaya penerapan smart farming di Provinsi Lampung.

"PLN terus berkomitmen dalam mengalirkan listrik untuk mendorong pemprosesan komoditas unggulan di Provinsi Lampung," ujar General Manager PT PLN (Persero) UID Lampung Rizky Mochammad dalam rapat koordinasi peningkatan produktivitas pangan di Bandarlampung, Lampung, Rabu.

Ia mengatakan saat ini pihaknya dalam upaya mendukung smart farming di Provinsi Lampung, telah melayani kelistrikan pada sektor usaha peternakan, pertanian, perikanan, dan perkebunan.

"Total ada 4.715 pelanggan dari sektor usaha peternakan, pertanian, perikanan, dan perkebunan yang terlayani kelistrikan. Dengan total daya tersambung sebesar 50,86 megawatt," katanya.

Dia menjelaskan untuk mendukung electrifying agriculture, PLN telah menyalakan 73 lokasi reaktivasi sumur jaringan irigasi air tanah.

"Sebanyak 73 lokasi reaktivasi sumur jaringan irigasi air tanah ini sudah menyala 100 persen. Kemudian, 131 lokasi optimalisasi lahan rawa pun sudah menyala 100 persen," ucap dia.

Selanjutnya telah melayani juga kelistrikan sebanyak 794 lokasi kawasan smart farming di Kabupaten Lampung Selatan dan telah menyala 100 persen.

"Dan juga di 154 lokasi program listrik sawah di Kabupaten Pringsewu, ini juga sudah menyala 100 persen," tambahnya.

Menurut dia, ada sejumlah tantangan yang dihadapi, antara lain titik lokasi pertanian yang lokasinya tersebar kemudian volumenya cukup kecil. Namun hal itu dapat diatasi dengan baik sehingga program electrifying agriculture berjalan dengan baik.

"Kami terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait hingga tingkat desa untuk bisa terus memberikan pelayanan terbaik dalam mendukung sektor pertanian daerah," ucap dia.