Bandarlampung (ANTARA) - PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk menargetkan peningkatan pangsa pasar (market share) sekaligus menjadi operator telekomunikasi nomor satu di sejumlah kota di Provinsi Lampung melalui penguatan jaringan hingga ke kawasan wisata dan daerah terpencil.
Group Head Marketing Segment Smartfren XLSmart, Astiyanto Tri Mukti Wibowo, menyatakan bahwa Lampung merupakan salah satu pasar strategis di Pulau Sumatera karena memiliki jumlah penduduk terbesar kedua setelah Sumatera Selatan.
“Kalau bicara kontribusi di Sumatera, Lampung adalah wilayah terbesar kedua. Karena itu, target kami tentu meningkatkan market share dan menjadi nomor satu di beberapa kota,” kata Astiyanto dalam kegiatan Media Update di Bandar Lampung, Jumat.
Untuk mendukung target tersebut, XLSmart mempercepat integrasi jaringan pascamerger yang saat ini perkembangannya telah mencapai lebih dari 96 persen.
Group Head XLSmart West Region, Desy Sari Dewi, mengungkapkan bahwa perusahaan siap membangun lebih dari 400 Base Transceiver Station (BTS) baru sepanjang tahun 2026. Langkah ini diambil guna memperkuat kualitas jaringan Axis, XL, dan Smartfren di berbagai wilayah Lampung.
Menurut Desy, pembangunan jaringan kini tidak lagi difokuskan di kawasan perkotaan saja, melainkan juga menyasar destinasi wisata dan daerah terpencil yang selama ini masih membutuhkan penguatan sinyal internet.
“Pembangunan jaringan sekarang bukan hanya di kota besar. Kawasan wisata juga menjadi perhatian karena kebutuhan internet masyarakat dan wisatawan terus meningkat,” ujarnya.
XLSmart menargetkan seluruh kecamatan di Lampung dapat segera menikmati layanan internet yang stabil. Kendati demikian, perusahaan mengakui masih melakukan penyesuaian jaringan di salah satu wilayah di Kabupaten Lampung Barat karena terkendala faktor geografis.
Selain memperluas infrastruktur, XLSmart juga mencatat adanya perubahan pola penggunaan internet pada masyarakat Lampung. Aktivitas menonton tayangan video (streaming) melalui platform TikTok dan YouTube kini tercatat menjadi penyumbang trafik internet terbesar dari pelanggan.
“Sekarang traffic paling tinggi berasal dari TikTok. Aktivitas video dan streaming menjadi yang paling dominan,” ujar Desy.
Tingginya konsumsi konten digital tersebut dinilai turut mendorong kebutuhan akan jaringan internet yang cepat dan stabil, terutama di kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.
Sementara itu, Division Head Brand Communication Smartfren, Edtine Pamilien Gensana, menambahkan bahwa mayoritas pelanggan Smartfren di Lampung berasal dari kalangan keluarga, pekerja muda, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Melihat kebutuhan internet stabil dengan harga terjangkau, perusahaan berkomitmen untuk tetap mempertahankan layanan paket unlimited dan kuota non-stop di tengah ketatnya persaingan industri telekomunikasi.
Sebagai bagian dari strategi pendekatan komunitas dan penguatan merek (brand awareness) kepada masyarakat Lampung, Smartfren juga akan menggelar kegiatan olahraga bertajuk "Smartfren Fun Run 2026" di Kota Bandar Lampung pada Minggu (24/5).