Bandarlampung (ANTARA) - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengatakan bahwa pengelolaan koperasi harus profesional untuk menarik minat mitra.

"Kami berkomitmen untuk hadir, mendampingi, dan melayani koperasi. Kami mendukung Astacita Presiden Prabowo, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan di seluruh wilayah," ujar Farida Farichah berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Senin.

Ia mengatakan pemerintah terus berupaya dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi nasional, khususnya dalam mendukung program swasembada pangan.

"Terdapat tiga permasalahan utama yang dihadapi koperasi, yakni akses permodalan, akses pemasaran, dan kualitas sumber daya manusia," katanya.

Dia menjelaskan pihaknya terus mendorong profesionalisme pengelolaan koperasi agar mampu menarik minat mitra usaha atau off taker.

"Saat ini Kementerian Koperasi mendorong koperasi untuk masuk ke sektor produksi, distribusi, hingga industri agar mampu bersaing di pasar nasional," ucap dia.

Menurut dia, dalam hal pembiayaan, Kementerian Koperasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) menyediakan akses pinjaman yang diperuntukkan khusus bagi koperasi.

Selain itu, Kementerian Koperasi juga tengah membangun ekosistem pemasaran melalui pembentukan 131 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Lampung Timur.

KDKMP tersebut diharapkan menjadi etalase modern bagi produk unggulan daerah, termasuk alpukat Siger, kakao, serta berbagai produk UMKM seperti Tapis dan batik.

"Koperasi harus menjadi pusat produksi sekaligus memiliki jalur distribusi dan etalase sendiri. Dengan begitu, koperasi dapat menjadi pengendali ekonomi nasional yang digerakkan oleh masyarakat desa," tambahnya.

Di sisi lain Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Ari Permana menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendampingi koperasi agar mampu berkembang dan berdaya saing hingga tingkat global.

"Kami siap mendampingi hingga menjadi koperasi yang diperhitungkan, tidak hanya di level lokal, tetapi juga regional bahkan internasional," ujar Ari.